BANDA ACEH - Sejak kebijakan pelarangan impor beberapa jenis produk buah-buhan dan hortikultura oleh Kementrian Perdagangan, telah mendorong harga produk buah lokal melonjak.
Pantauan Bisnis Aceh, beberapa produk buah-buah lokal yang dipasok dari Brastagi, Sumatera Utara di pasaran Banda Aceh mengalami kenaikan hingga mencapai 100 persen.
"Kenaikannya hampir mencapai 100 persen," kata Asnawi salah seorang pedagang buah kepada Bisnis Aceh hari ini, Selasa.
Ia mencontohkan, buah jeruk lokal yang biasanya diperdagangkan Rp13.000-14.000 perkilogranya, kini harganya melonjak hingga Rp20.000-22.000 perkilogramnya. "Sekarang tidak ada lagi pasokan impor jeruk," ujarnya.
Menurutnya, akibat mahalnya harga buah lokal, berpengaruh pada nilai omset dan pendapatan para pedagang. "Jelas ada pengaruhnya, harga mahal, konsumsi buah masyarakat juga turun," tandasnya.