JAKARTA - Officer Divisi Penilitian dan Pengembangan BBJ Renji Betari memprediksi harga kakao akan menguat di akhir tahun dengan kisaran USD2.600 per metric ton.
Sementara untuk dua bulan ke depan, harga kakao diprediksi sedikit menguat dari USD 2.250 menjadi USD 2.400 per metric ton.
Ia menjelaskan, harga kakao saat ini turun sekitar 40%. Kondisi ini terjadi karena harga jual kakao masih berpegang pada harga bursa konsumen di Amerika Serikat dan Inggris, bukan harga produsen.
“Kita masih menggunakan harga di bursa konsumen. Kalau kita mau harga tinggi supaya petani dapat harga yang layak seharusnya pakai harga produsen. Apabila produsen tidak memiliki bursa sendiri, harga komoditas tidak mengalami perubahan harga yang berarti dalam periode yang sama,” ujarnya.
Masuknya komoditas kakao dalam bursa berjangka, diharapkan bisa memberi harga acuan lebih baik yang dipakai petani untuk menjual kakao.
Sejak diluncurkan Desember 2011 volume transaksi kakao terus meningkat. Pada pertama kali dibuka volume transaksi bursa berjangka kakao meningkat dari 3.000 lot menjadi 5.000 lot.
Sumber : MetroTV