BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Blang Bintang Aceh Besar, memprakirakan kondisi cuaca buruk masih melanda wilyah perairan Aceh.
"Gelombang setinggi 2 - 3 meter atau lebih, masih menjadi acaman bagi pelayaran rute perairan Banda Aceh - Sabang," kata Zakarya, Senin (15/9/2025) sore.
Kasie data dan informasi BMKG Blang Bintang Zakarya menyebutkan, cuca buruk berupa hujan ringan hingga sedang, disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi yang melanda sebagian wilayah Aceh. Karenanya, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan di wilayah perairan Banda Aceh - Sabang.
Menurut Zakarya, kondisi suhu muka laut yang menghangat yang berbarengan dengan pemanasan intensif oleh Matahari di belahan bumi selatan jika berkembang terus akan menyebabkan berkembangnya pusat-pusat tekanan rendah di kawasan selatan Indonesia. Massa udara dari subtropis yang bertekanan tinggi akan mengalir masuk ke wilayah tropis. Terbentuknya pusat-pusat tekanan rendah ini selain meningkatkan pasokan hujan di kawasan selatan Indonesia juga membawa pengaruh terjadinya cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang laut tinggi.
Cuaca buruk yang menimpa Aceh selama sepekan terakhir ini, merupakan dampak gangguan siklon tropis. Kondisi suhu muka laut yang menghangat yang berbarengan dengan pemanasan intensif oleh Matahari di belahan Bumi Selatan, jika berkembang terus akan menyebabkan berkembangnya pusat-pusat tekanan rendah di beberapa kawasan Indonesia, termasuk wilayah Aceh. Massa udara dari subtropis yang bertekanan tinggi akan mengalir masuk ke wilayah tropis.
Terbentuknya pusat-pusat tekanan rendah ini selain meningkatkan pasokan hujan di kawasan selatan Indonesia juga membawa pengaruh terjadinya cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang laut tinggi.
Berdasarkan prakiraan BMKG Blang Bintang, selama dua hari ke depan (16-17 September) 2014 ini, menunjukkan tinggi gelombang laut di perairan Aceh, berkisar antara 2.0 - 3.0 meter. Gelombang laut tinggi ini cukup membahayakan aktivitas pelayaran.
Dampak cuaca buruk ini telah menyebabkan para nelayan berhenti melaut karena tingginya gelombang diperairan Banda Aceh-Sabang. Zakarya menjelaskan, cuaca akhir-akhir ini cenderung mudah berubah dengan cepat, maka dihimbau kepada para nelayan maupun armada pelayaran antar pulau harus meningkatkan kewaspadaan. Bagi armada pelayaran, selain waspada juga harus menyediakan perlengkapan keselamatan pelayaran serta mengaktifkan sarana komunikasi untuk memudahkan koordinasi jika terjadi kondisi darurat.
Prakiraan cuaca dan tinggi gelombang di Aceh ini, berlaku 16 September 2025 07.00 WIB hingga 18 September 2025 07.00 WIB. Pun demikian, hasil analisa BMKG, selama dua hari ke depan, diprakirakan akan membaik, bersamaan hilangnya pengaruh siklon yang ada di wilayah Filiphina. Begitupun, karena masih terdapat belokan angin di atas wilayah Aceh dan edy atau pusaran angin di wilayah Tenggara Aceh, diprediksi bakal menyebabkan terjadinya penumpukan awan dan hujan ringan hingga sedang pada sore dan malam hari.
Zakarya menambahkan, secara umum kondisi cuaca di Aceh, diketahui berawan dan berpeluang hujan ringan. Angin ketinggian permukaan sampai 3000 feet umumnya bertiup dari arah Barat Daya dengan kecepatan 10-35 kilometer per jam.
Tinggi gelombang perairan Sabang dan Banda Aceh diperkirakan 2.0 - 3.0 meter. Sementara tinggi gelombang perairan Utara dan Timur Aceh diperkirakan 0.5 - 1.5 meter. Sedangkan tinggi gelombang perairan Barat dan Selatan Aceh diperkirakan 1.5 - 2.5 meter.
Sumber : serambinews