Beranda»Transportasi & Logistik»Gubernur Aceh minta ASDP tidak alihkan kapal penyeberangan ke Simeulue

Gubernur Aceh minta ASDP tidak alihkan kapal penyeberangan ke Simeulue

BISNIS ACEH
Rabu, 13 Agustus 2014 02:50 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaPenumpang KMP

BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta pihak PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) agar mengoptimalkan operasional kapal penyeberangan dari dan Kabupaten Simeulue dengan tidak mengurangi armada ke pulau tersebut.

“Kami meminta tiga unit kapal feri yang melayani rute dari dan ke Pulau Simeulue itu tidak dialihkan ke daerah lain,” katanya di Banda Aceh, Senin.

Selama ini operasional penyeberangan rute Pulau Simeulue dari daratan Aceh yakni Labuhan Haji (Aceh Selatan) dilayari tiga unit kapal yakni KMP Teluk Singkil, KMP Teluk Sinabang, dan KMP Teluk Labuhan Haji.

“Jadwal keberangkatan dan jumlah armada yang dioperasikan untuk melayani angkutan orang dan barang dari dan ke Simeulue itu tidak boleh diubah-ubah,” katanya menanggapi harapan Bupati Simeulue Riswan MS.

Riswan menjelaskan, selama ini transportasi laut dari dan ke Sinabang, ibu kota Kabupaten Simeulue dilayari tiga kapal yakni KMP Teluk Singkil, KMP Teluk Sinabang, dan  KMP Teluk Labuhan Haji.

Namun saat KMP BRR dengan rute Ule lheue-Balohan dalam perbaikan maka  KMP Teluk Sinabang dan KMP Teluk Singkil ditarik ke Ulee Lhue-Balohan Sabang. Jadi saat ini hanya KMP Teluk Labuhan Haji yang melayani pelayaran dari dan ke Sinabang.

“Bisa dibayangkan bagaimana kualitas pelayanan kita kepada komunitas masyarakat Simeulue. Oleh karena itu, kami mohon melalui  gubernur untuk mengembalikan kedua kapal itu untuk melayani masyarakat disana,” kata bupati mengharapkan.

Bupati menjelaskan jika sehari saja jadwal keberangkatan kapal terganggu maka harga bahan pokok di Simeulue akan melonjak.

“Harga cabe dan bawang bisa mencapai Rp60-Rp80 ribu/kg. Saat ini terjadi penumpukan seratusan truk yang menunggu diberangkatkan, baik menuju Simeulue maupun ke daratan.

Bahkan, pascalebaran ada 40 ton sawit tidak bisa diangkut ke daratan dan harus dibuang di dermaga di Simeulue karena tidak ada kapal,” katanya menambahkan.

Ketua DPRK Simeulue Johan juga menjelaskan tidak maksimalnya operasional kapal ke Simuelue itu telah berdampak luas bagi perekonomian masyarakat dan daerah.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telekomunikasi (Kadishubkomintel) Aceh, Rizal Aswandi menjelaskan ia telah memanggil pihak ASDP untuk membicarakan terkait kendala angkutan menuju Simeulue.

“Kami telah memanggil ASDP untuk segera mencari solusi. Alhamdulillah, KMP Teluk Sinabang akan kembali ke Sinabang. Jadi saya kira tidak ada kendala lagi,” kata dia menjelaskan.

 

 

 

 

Sumber : antara



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close