LHOKSEUMAWE - Berdasarkan pengalaman tahun lalu, lonjakan penumpang pada masa mudik di Kota Lhokseumawe Povinsi Aceh lebih banyak terjadi tiga hari menjelang lebaran. Jumlah penumpang setiap harinya mencapai 600 orang per harinya untuk jurusan Medan dan Banda Aceh.
Kepala Bidang Perhubungan Darat Muchtar, di Lhokseumawe mengatakan, bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai kebutuhan dalam menghadapi masa mudik dan arus balik mendatang.
Diantaranya dengan menyiapkan petugas secara reguler pada posko lebaran yang digelar pada titik tertentu dalam wilayah Kota Lhokseumawe. Serta kendaraan operasional petugas yang digunakan untuk membantu kelancaran masa mudik dan arus balik.
Dikatakan juga olehnya, bahwa untuk mengatasi kelangkaan kendaraan angkutan pada masa mudik, pihak Dishubudpar Kota Lhokseumawe juga menyiapkan dua unit bus sekolah sebagai alternatif.
“Dua bus sekolah yang kita maksudkan itu adalah, apabila pada saat mudik, jumlah angkutan umum yang ada tidak mampu menampung penumpang. Maka bus itu akan kita keluarkan untuk mengangkut penumpang. Bus dimaksud juga akan melayani dua arah saja, Medan dan Banda Aceh,” ungkap Muchtar.
Adapun jumlah angkutan yang melintasi dan singgah di Lhokseumawe, untuk bus ukuran besar antar propvinsi diperkirakan sebanyak 40 unit setiap harinya. Sedangkan bus antar kota dalam Provinsi yang berukuran sedang dan jenis Mitsubishi L-300 setiap harinya mencapai 200 unit.
Pihaknya juga menghimbau kepada pemudik, agar selalu erhati-hati dan mematuhi aturan dan rambu-rambu lalulintas yang ada disepanjang jalan. Begitu juga dengan kondisi kendaraan, harus diperhatikan dengan seksama terhadap kelaikan jalan serta memastikan safety kendaraan berfungsi dengan baik, harap Muchtar.
Sumber : antara