Transportasi & Logistik
Cuaca tak menentu, distribusi logistik pilpres ke Pulau Aceh tetap jalanBANDA ACEH - Cuaca di laut kini sedang tidak menentu karena sedang musim barat, sehingga menyebabkan ombak tinggi dan angin kencang. Tapi hal itu tak membuat ciut nyali para Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Mereka mengarungi laut untuk mengantarkan logistik pilpres pada 9 Juni 2014.
Di pulau paling barat Indonesia itu terdapat 17 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah pemilih sebanyak 3.020 orang. Sedangkan jarak tempuh menuju Pulau Aceh membutuhkan waktu selama 1,5 jam perjalanan.
Pengangkutan logistik pada Selasa (8/7) pukul 10.00 WIB, dengan menyewa sebuah perahu boat nelayan seharga Rp 5 juta. Di lokasi terlihat kesibukan petugas memasukkan logistik ke dalam ruangan khusus dalam boat tersebut di bawah pengawalan ketat pihak polisi dan TNI.
"Meskipun laut tidak bersahabat, cuaca tidak bagus karena lagi musim barat, ombak besar, demi tugas kami siap menjalankan tugas ini, meskipun maut menghampiri kami," kata Camat Pulau Aceh, Munzir pada awak media.
Sekadar untuk diketahui, Pulau Aceh terdapat dua pulau di kecamatan tersebut yaitu Pulau Breuh dan Pulau Nasi. Kedua pulau tersebut terletak di paling barat Indonesia di bawah administrasi Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Untuk menuju ke pulau tersebut hanya bisa ditempuh melalui laut dengan menggunakan perahu boat nelayan. Menuju ke sana membutuhkan waktu 1,5 jam perjalanan bila dalam kondisi laut normal dan cuaca baik. Namun bila kondisi cuaca buruk, tentunya boat nelayan itu tidak bisa melintas karena ombak besar.
Sementara itu, Sekretaris PPK Pulau Aceh, Yusra, mengatakan sesampai di daratan nanti logistik akan didistribusikan menggunakan sepeda motor ke desa-desa. Hal yang menjadi kendala, kata Yusra, jarak antara satu desa dengan desa lainnya harus menempuh perjalanan jauh.
"Paling dekat itu 1,5 Km dan bahkan ada yang sampai 25 Km jarak yang harus kami antarkan logistiknya," ujarnya.
Sumber : merdeka