MEULABOH - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, menargetkan untuk lokasi pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Samudera IV minimal tercapai delapan hektar untuk mengefektifkan lokasi berstadar nasional.
“Sementara ini sudah empat hektar lahan yang sudah kita bebaskan dan minimal delapan hektar kita upayakan untuk pembangunan PPI ini, karena ini membutuhkan dana cukup besar maka akan dilakukan secara bertahap,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat T Helmi di Meulaboh, Senin.
Sebutnya, maksimalnya untuk lahan pembangunan pelabuhan ini membutuhkan lahan 12 hektar sesuai perencanaan awal dan survey Detail Engineering Design (DED) yang sudah dituntaskan pada 2013 mengunakan dana daerah.
Didalam lokasi tersebut akan tersedia fasilitas seperti pelelangan ikan, gudang perikanan dan yang utama dalam perencanaan 2014 akan dibentuk lokasi kolam labuh tempat dilabuhkannya armada penangkapan nelayan secara rapi.
Apabila PPI tersebut dituntaskan kata Helmi, maka kapal nelayan Aceh Barat dan Aceh pada umumnya yang hendak membongkar hasil tangkapan tidak lagi di TPI Ujong Baroh karena lokasi tersebut direncanakan menjadi pasar ikan.
“PPI ini sebenarnya juga untuk pengembangan pembangunan kegiatan TPI Ujong Baroh dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat, kalau disana sudah selesai maka secara sendiri TPI Ujong Baroh akan dijadikan lokasi pasar,”imbuhnya.
Lebih lanjut Helmi menyebutkan, pengajuan kepada pemerintah sudah dilakukan pemkab Aceh Barat, harapan besar pembangunan ini terlaksana melalui dana APBN ataupun APBA.
Pada pembangunan fisik awal, melalui dana pemerintah provinsi Aceh akan membangun tangul pengaman bibir pantai Desa Padang Seurahet yang merupakan area pembangunan PPI, tanggul pemecah ombak ini menyambung tangul yang sudah ada sekitar 150 meter dikawasan setempat.
Selain itu sebutnya, sudah dalam perencaan juga diarea PPI tersebut akan dibangun Solar Paket Dialer untuk Nelayan (SPDN), apabila dilokasi ini sudah tersedia SPDN maka pastinya akan memudahkan nelayan mendapkan BBM jenis solar.
“Kita tidak punya target, karena ini membutuhkan dana lumayan besar, apalagi dalam hal ini kita memiliki keterkaitan dengan pihak lain, karenanya kita lakukan bertahap, bukan tidak bisa kita targetkan tapi akan dikerjakan mana yang lebih penting,” katanya menambahkan.
Sumber : antara