Beranda»Transportasi & Logistik»IMT-GT di Aceh bahas konektivitas transportasi kawasan Andaman

IMT-GT di Aceh bahas konektivitas transportasi kawasan Andaman

BISNIS ACEH
Sabtu, 13 September 2025 20:19 WIB

JBC IMT-GT 2014Foto : bisnisacehJBC IMT-GT 2014

BANDA ACEH - Konektivitas transportasi laut kawasan Andaman menjadi salah satu isu penting dibicarakan pada hari ketiga  forum Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

“Para peserta dari ketiga negara antusias untuk mewujudkan konektivitas transportasi kawasan Andaman itu,” kata Kepala Badan Informasi dan Promosi Aceh Iskandar di Banda Aceh, Sabtu.

Isu tersebut  berawal dari Pemerintah Aceh yang mengusulkan agar diperkuat  konektivitas jalur transportasi udara dan laut di kawasan Kepulauan Andaman yang mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

Konektivitas transportasi  yang diusulkan itu salah satunya adalah penerbangan langsung dari kawasan wisata Langkawi (Malaysia), dan Krabi/Phuket (Thailand) ke Sabang. Khusus rute Sabang-Phuket dijadwalkan mulai 2015.

Sementara untuk transportasi laut yakni rute Ranong-Phuket-Sabang/Malahayati dan Krueng Geukuh-Penang/Port Klang, Malaysia.  Persiapan untuk penguatan rute tersebut diagendakan pada kurun waktu 2015-2016.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam presentasinya pada pertemuan bisnis forum IMT-GT, menyatakan sepakat akan meningkatkan kerja sama konektivitas transportasi  melalui jalur Andaman yang menghubungkan Thailand dengan Sabang.

Kebijakan, kata dia merupakan hasil  implementasi dari salah satu kebijakan yang tertuang dalam program kerja sama IMT-GT periode 2012-2016 yang terdiri dari delapan kerja sama di bidang ekonomi.

“Saat pertemuan sebelumnya atau pada 13-15 Agustus 2014, proyek baru yang disiapkan adalah memanfaatkan jalur pelabuhan  dan bandara di Kota Sabang,” kata Zaini Abdullah yang juga mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di pengasingan itu.

Pemerintah Aceh serius untuk mewujudkan rencana itu dan segera mengandeng pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud seperti Garuda Indonesia.

“Nanti kita coba bicarakan dengan pihak ketiga, seperti apa penyabaran konsepnya apakah  nanti perlu subsidi dari Pemerintah Aceh atau bagaimana. BPKS Sabang bertanggungjawab masalah itu,” kata Kepala Badan Informasi dan Promosi Aceh Iskandar.

 

 

 

 

 

 

Sumber : antara



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close