BANDA ACEH - Konektivitas transportasi laut kawasan Andaman menjadi salah satu isu penting dibicarakan pada hari ketiga forum Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
“Para peserta dari ketiga negara antusias untuk mewujudkan konektivitas transportasi kawasan Andaman itu,” kata Kepala Badan Informasi dan Promosi Aceh Iskandar di Banda Aceh, Sabtu.
Isu tersebut berawal dari Pemerintah Aceh yang mengusulkan agar diperkuat konektivitas jalur transportasi udara dan laut di kawasan Kepulauan Andaman yang mencakup Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
Konektivitas transportasi yang diusulkan itu salah satunya adalah penerbangan langsung dari kawasan wisata Langkawi (Malaysia), dan Krabi/Phuket (Thailand) ke Sabang. Khusus rute Sabang-Phuket dijadwalkan mulai 2015.
Sementara untuk transportasi laut yakni rute Ranong-Phuket-Sabang/Malahayati dan Krueng Geukuh-Penang/Port Klang, Malaysia. Persiapan untuk penguatan rute tersebut diagendakan pada kurun waktu 2015-2016.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah dalam presentasinya pada pertemuan bisnis forum IMT-GT, menyatakan sepakat akan meningkatkan kerja sama konektivitas transportasi melalui jalur Andaman yang menghubungkan Thailand dengan Sabang.
Kebijakan, kata dia merupakan hasil implementasi dari salah satu kebijakan yang tertuang dalam program kerja sama IMT-GT periode 2012-2016 yang terdiri dari delapan kerja sama di bidang ekonomi.
“Saat pertemuan sebelumnya atau pada 13-15 Agustus 2014, proyek baru yang disiapkan adalah memanfaatkan jalur pelabuhan dan bandara di Kota Sabang,” kata Zaini Abdullah yang juga mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di pengasingan itu.
Pemerintah Aceh serius untuk mewujudkan rencana itu dan segera mengandeng pihak ketiga. Pihak ketiga yang dimaksud seperti Garuda Indonesia.
“Nanti kita coba bicarakan dengan pihak ketiga, seperti apa penyabaran konsepnya apakah nanti perlu subsidi dari Pemerintah Aceh atau bagaimana. BPKS Sabang bertanggungjawab masalah itu,” kata Kepala Badan Informasi dan Promosi Aceh Iskandar.
Sumber : antara