Follow Us
Beranda / Badan Investasi dan Promosi Aceh / Bainprom Aceh petakan potensi pengembangan agroindustri kopi

Bainprom Aceh petakan potensi pengembangan agroindustri kopi

Reporter: BISNIS ACEH
  | Rabu, 17 September 2025 22:04 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaIlustrasi

BANDA ACEH - Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh tengah getol memetakan potensi investasi, salah satunya pengembangan agroindustri kopi. Adapun, kopi selama ini masih menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Aceh.

Penyusunan potensi investasi kopi di Aceh meliputi berbagai informasi dan panduan dari ketiga daerah produsen yakni Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Ketua Tim Penyusunan Profil Investasi Kopi BIP Aceh Yushak Abubakar menuturkan saat ini penanaman dan industri pengolahan kopi Aceh telah menyerap tenaga kerja mencapai 138.589 orang. Adapun, hampir 90% masyarakat di ketiga kabupaten tersebut hidup bergantung dari kopi. Tak hanya itu, Aceh ingin menyalip produksi kopi asal Sumatra Utara

"Kopi asal Aceh sendiri berkontribusi 33% terhadap produksi nasional dan Indonesia juga merupakan penghasil biji arabika keempat terbesar di dunia. Oleh karena itu, kami ingin terus meningkatkan produktivitas kopi dari tanah Gayo, jika tidak bisa saja punah," ujarnya, Rabu (17/9/2025)

Kendati demikian, produksi kopi Aceh masih mengalami beberapa kendala seperti curah hujan yang cukup tinggi dan keterbatasan lahan.

"Seharusnya kendala ini menjadi perhatian pemerintah. Tapi jika tidak ada dukungan maka bukan tidak mungkin 20 tahun mendatang Gayo hanya akan dikenang sebagai produsen kopi," tambah Yushak.

Selain peningkatan produktivitas kopi, BIP Aceh juga memandang pentingnya dukungan akses transportasi darat yang memadai untuk memperlancar pemasaran.

Berdasarkan data BIP Aceh, Bener Meriah merupakan produsen biji kopi robusta dengan luas lahan 1.250 hektare dan produksi 660 ton, serta 48.101 hektare dan produksi 22.414 ton biji arabika.

Aceh Tengah merupakan produsen robusta 874 ton dengan total lahan 2.315 hektare dan 24.328 ton biji arabika di lahan 48.000 hektare. Sementara itu, Gayo Lues memiliki 4.588 hektare dan produksi 1.036 ton kopi.

Yushak memerinci dengan luas lahan tanam 121.094 hektare dan produksi mencapai 53.950 ton biji kopi, Aceh memiliki potensi besar untuk tujuan investasi industri pengolahan kopi.

"Kami perkirakan investasi untuk industri pengolahan kopi 5.000 ton akan menelan US$30,86 juta," pungkas Yushak.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : bisnis


Komentar Anda