Beranda»Agribisnis»Jamin ketahanan pangan, Aceh butuh lembaga rekayasa genetik tanaman

Jamin ketahanan pangan, Aceh butuh lembaga rekayasa genetik tanaman

BISNIS ACEH
Selasa, 26 Februari 2013 14:01 WIB

Ilustrasi sawahFOTO : IstimewaIlustrasi sawah

BANDA ACEH - Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Prof Dr Ir M Nasir MP SH mengemukakan Provinsi Aceh membutuhkan lembaga perekayasa varietas padi hibrida untuk menjamin ketahanan pangan di masa mendatang.

"Salah satu langkah yang perlu dilakukan Pemerintah Aceh dengan pemanfaatan dana otonomi khusus untuk menjamin ketahanan pangan adalah menghadirkan lembaga penghasil berbagai varietas padi unggul," katanya di Banda Aceh, Senin.

Dalam pengukuhan dirinya sebagai guru besar di lingkungan Unsyiah itu, Nasir menjelaskan perlu adanya rekayasa genetik tanaman dengan cara konvensional dan inkonvensional guna melahirkan varietas padi/palawija baru yang secara genetis memiliki sifat tahan atau toleran terhadap multi cekam seperti kekeringan dan naungan.

Menurut dia, konsep tersebut akan mampu mempertahankan ketahanan pangan Provinsi Aceh yang kini  memasuki era rawan disebabkan penciutan luas lahan sawah produktif menjadi lahan non pertanian.

Kemudian lahan-lahan sawah irigasi mengalami degradasi kesuburuan cukup parah disebabkan pemupukan, eradikasi bahan organik dan hilangnya keseimbangan hara tanah.

"Kami yakin rekayasa genetik tanaman pangan dengan pemuliaan tanaman akan mampu menjamin ketahanan pangan di Aceh," katanya.

Ia juga mengatakan potensi hasil produksi varietas hibrida bisa mencapai dari delapan hingga 15 ton per hektare, sedangkan varietas galur murni hanya bisa empat sampai lima ton per hektare.

Nasir menyarankan agar Pemerintah Aceh bersama kabupaten/kota dapat segera mungkin menghadirkan lembaga perekayasa varietas padi hibrida dalam meningkatkan produksi dan ketahanan pangan di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu.

"Adanya lembaga khusus perekayasa bibit palawija hibrida menjadikan Aceh tidak tergantung terhadap bibit yang dikirim dari pusat," kata Nasir.


Sumber : Antara



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close