Beranda»Agribisnis»Harga anjlok, petani kakao di Aceh terpuruk

Harga anjlok, petani kakao di Aceh terpuruk

BISNIS ACEH
Senin, 04 Maret 2013 16:07 WIB

[FOTO : ISTIMEWA]">FOTO : ISTIMEWAIlustrasi petani kakao

BANDA ACEH – Petani kakao di Provinsi Aceh terpuruk akibat harga tampung komoditas itu turun drastis di pasaran dalam sepekan terakhir dari Rp20.000 per kilogram menjadi Rp16.000 per kilogram.

Ketua Kelompok Tani Moen Dara Baro Padang Tiji Kabupaten Pidie M Nasir saat dihubungi, Senin (4/3), mengatakan merosotnya harga tampung kakao di tingkat petani dipengaruhi oleh kualitas.

“Alasan dari pihak penampung harga turun akibat kualitas komoditas yang ditampung dari petani tidak baik, sehingga berdampak terhadap harga,” jelasnya.

Menurutnya, kualitas yang dijual petani sama halnya dengan kualitas sebelumnya yakni dengan kadar air sekitar delapan sampai sepuluh persen.

“Kami tidak tahu kenapa harga itu bisa turun drastis tetapi kuliatas kakao yang dijual petani untuk penampung tingkat ekspor sama dengan sebelumnya,” paparnya.

Padang Tiji yang memiliki jarak sekitar 92 kilometer arah timur Kota Banda Aceh itu merupakan salah satu daerah sentra produksi kakao di Aceh dengan lahan produktif sekitar ratusan hektare.

Dia berharap harga komoditas itu dapat naik kembali, sehingga masyarakat yang penghasilnnya tergantung pada kakao dapat meningkatkan pendapatannya di masa mendatang.

“Minat masyarakat menjadi petani kakao sangat tinggi hal ini dipengaruhi oleh harga yang cukup menjanjikan di pasar internasional,” jelasnya.

Provinsi Aceh memiliki lahan kakao produktif sekitar 70.000 hektare dengan rata-rata produksi 400-500 kilogram/hektare. Lahan kakao tersebut tersebar di delapan daerah sentra produksi diantaranya Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tenggara.

Kakao asal provinsi ujung paling barat Indonesia itu banyak diekspor ke kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

 

Sumber : Bisnis/Antara



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close