BANDA ACEH - Petani karet asal Aceh sudah mulai menebang pohon akibat harga yang semakin rendah. Adapun, penebangan pohon merupakan imbas dari kemerosotan harga karet di pasar internasional dan ongkos produksi pabrik yang semakin tinggi.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatra Utara Edy Irwansyah, Rabu (24/9/2025).
"Banyak pedagang yang melaporkan petani karet di Aceh dan Riau sudah mulai tebang pohon. Ini akan menyebabkan pasokan semakin berkurang. Petani mulai merasa tidak dapat lagi menggantungkan hidupnya dari pohon karet," paparnya.
Edy menjelaskan tren penurunan harga karet yang terus melemah sejak 2009 terus menggerus pendapatan para petani. Apalagi, karet menjadi salah satu komoditas yang terkena PPN 10%.
Berdasarkan data BPS Aceh, ekspor karet Aceh melalui Pelabuhan Belawan, Sumut pada Juli 2014 mencapai US$206.767. Adapun, total ekspor karet sepanjang Januari hingga Juli 2014 mencapai US$1,68 juta.
"Ongkos produksi makin tinggi karena PPN 10% dikenakan kepada pengusaha kena pajak yang memasok kepada pabrik karet. Belum lagi beban bunga pinjaman perbankan 13%-14%. Pengusaha akhirnya membebankan ongkos kepada petani," pungkas Edy.
Sumber : bisnis