BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta lahan tidur dan terlantar yang cukup luas khususnya di Kabupaten Aceh Besar agar digunakan untuk pengembangan sektor peternakan sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat.
”Saya lihat, peternakan di Australia cukup bagus dan berharap Aceh Besar bisa seperti itu. Mungkin juga Aceh Besar bisa seperti itu dengan memanfaatkan lahan tidur yang masih luas di daerah ini,” katanya di Jantho, Aceh Besar, Selasa.
Gubernur bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Aceh meninjau proyek pembangunan yang dananya bersumber dari otonomi khusus dan APBA 2014.
Kunjungan itu sekaligus untuk memberikan penilaian terhadap proyek-proyek pembangunan di SKPA tersebut. Gubernur juga berharap Aceh Besar dapat menjadi “pilot project” untuk sektor peternakan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
"Lahan tidur atau terlantar yang cukup luas di Aceh Besar itu bisa dimanfaatkan untuk tanaman pakan/rumput serta areal pengembalaan bagi peternak di daerah ini", kata Zaini Abdullah.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Aceh Besar Ahmad Tarmizi menjelaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi melalui berbagai program.
“Sejak beberapa tahun ini kami tetap fokus untuk meningkat populasi ternak khususnya sapi lokal Aceh,” katanya menambahkan.
Tarmizi menjelaskan selain meningkatkan populasi, Pemkab Aceh Besar juga berupaya memperkuat kualitas sumberdaya manusia serta mengembangkan kebun rumput dan padang pengembalaan bagi masyarakat daerah ini.
Ia menyebutkan pihaknya menargekant populasi ternak sapi di Aceh Besar bisa mencapai sebanyak 260 ribu ekor pada 2017 atau hampir sebanding dengan jumlah penduduk yang mencapai
sekitar 321 ribu jiwa.
Sumber : antara