Beranda»Agribisnis»Harga ikan di Banda Aceh melambung akibat cuaca buruk

Harga ikan di Banda Aceh melambung akibat cuaca buruk

BISNIS ACEH
Rabu, 17 September 2025 17:39 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaIlustrasi

BANDA ACEH - Sepekan terakhir cuaca buruk melanda Aceh. Sebagian nelayan memilih tidak melaut. Tentunya ini berimbas langsung terhadap minimnya ketersediaan ikan di pasar yang membuat harga ikan melambung tinggi.

Berdasarkan pantauan, di pasar tradisional Peunayong, Banda Aceh, harga ikan tongkol yang biasa dijual Rp 80.000 per 5 Kg sekarang naik menjadi Rp 150.000 per 5 kg. Sedangkan ikan tongkol yang berukuran kecil biasanya dijual hanya Rp 25.000 per ekor sekarang naik dua kali lipat menjadi Rp 50.000 per kg.

"Harga rata-rata naik dua kali lipat sepekan terakhir ini karena cuaca buruk, ikan mahal karena memang terbatas pasokan ikan," kata seorang penjual ikan di Peunayong, Banda Aceh, Pak Din, Rabu (17/9).

Katanya, lonjakan ikan basah tersebut mulai terjadi sejak sepekan terakhir selama cuaca di laut tidak menentu. Sehingga nelayan tidak berani melaut dan tentunya berimbas pasokan ikan di pasar Peunayong, Banda Aceh.

"Apa lagi sekarang menjelang Lebaran Haji dan banyak yang kenduri keluarganya naik Haji, jadi banyak membutuhkan ikan basah," ujarnya.

Sementara itu, harga cabai merah dan tomat selama sepekan cuaca buruk juga ikut merangkak naik di pasar tradisional Peunayong, Banda Aceh. Hal ini juga tidak terlepas dipicu naiknya harga cabai dan tomat yang dipasok dari Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Seorang pedagang sayur di Pasar Peunanyoeng Banda Aceh, Yusuf, mengaku cabai merah sebelumya berkisar Rp 20.000 per kg kini menjadi Rp 25.000 hingga 26000 per kg. Sedangkan harga tomat dari Rp 5000 atau 6000 per kg menjadi 8000 per kg. "Ini dipastikan akan naik lagi dikarenakan menjelang hari raya Idul Adha yang tidak lama lagi," kata Yusuf.

Sedangkan bawang merah saat ini masih relatif stabil di pasar. Harga bawang merah saat ini Rp 20.000 per kg. Demikian juga harga toge, tempe dan juga sayur mayur lainnya belum terjadi lonjakan harga.

 

 

 

 

 

Sumber : merdeka



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Agribisnis

Close