Beranda»Agribisnis»Pabrik CPO di Aceh Selatan diharapkan beroperasi kembali

Pabrik CPO di Aceh Selatan diharapkan beroperasi kembali

BISNIS ACEH
Minggu, 14 September 2025 14:54 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaIlustrasi CPO

TAPAKTUAN - Masyarakat minta agar Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, untuk segera mengaktifkan kembali pabrik kelapa sawit (CPO) di Kecamatan Trumon Timur, karena keberadaannya sangat membantu perekonomi mereka.

“Kami merminta agar aktivitas operasioal pabrik CPO dibawah nauangan BUMD Fajar Selatan tersebut dapat diaktifkan kembali, sebab jika pabrik itu diaktifkan sangat membantu perekonomian masyarakat di sini,” kata Mulyadi salah seorang warga Trumon di Tapaktuan, Minggu.

Dikatakan, pabrik CPO yang berlokasi di Gampong (desa) Krueng Luas tersebut telah menjadi besi tua, akibat kondisinya sudah cukup lama terbengkalai tidak digunakan secara maksimal.

“Kondisi tersebut sangat disayangkan, sebab untuk membangun pabrik CPO tersebut pada tahun 2005 silam, telah menelan dana mencapai puluhan miliar rupiah sumber APBK Aceh Selatan,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan tidak beroperasinya lagi pabrik milik Pemkab Aceh Selatan tersebut, para petani terpaksa harus mengangkut tandan buah segar (TBS) ke wilayah Pemko Subulussalam yang berjarak sekitar 50 Km.

“Selama ini hasil produksi TBS dalam jumlah besar baik dari kebun warga maupun perusahaan kepala sawit seperti PT Asdal dan PTPN, terpaksa harus diangkut ke Subulussalam,” ujarnya.

Sementara, hasil produksi dalam jumlah kecil milik masyarakat terpaksa harus dijual secara enceran kepada toke atau agen dengan harga yang tentu saja lebih murah, sehingga mereka cenderung merugi, karena harga tidak sesuai standar, paparnya.

Namun sebaliknya, ujar Mulyadi, dengan beroperasinya pabrik CPO Trumon Timur tersebut, dinilai sangat mambantu perekonomian masyarakat setempat sebab tidak perlu lagi harus menjual TBS ke Subulussalam.

“Kebijakan pengoperasian kembali pabrik CPO tersebut kami minta harus ditindak lanjuti segera oleh Pemkab Aceh Selatan, sebab jika pabrik itu telah beroperasi selain membantu warga, juga akan memberikan kontribusi pendapatan daerah yang besar,” katanya.

Menyikapi permintaan masyarakat tersebut, Wakil Bupati Aceh Selatan Kamarsyah mengatakan, pabrik CPO tersebut dibangun tahun 2005 dibawah pemerintahan sebelumnya.

“Saat pertama-tama pendirian pabrik CPO ini, keberadaannya dinilai sangat strategis dan bernilai besar, karena bahan baku TBS yang dipasok dari perkebunan warga masih dalam skala kecil, sehingga belum melimpah,” tuturnya.

Namun dalam perjalanannya operasional pabrik tersebut mengalami kendala.

Terkait dengan permintaan masyarakat agar Pemkab Aceh Selatan membangun kembali pabrik CPO tersebut, maka usulan dan masukan itu akan dikaji dan dianalisa dulu dengan pertimbangan yang matang.

“Jika dinilai memungkinkan maka langkah itu tentu saja akan kita lakukan, bila perlu kita cari investor dalam maupun luar negeri yang mau untuk diajak kerja sama,” tutur Kamarsyah.

 

 

 

 

Sumber : antara



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close