LHOKSEUMAWE - Harga beras di pusat pasar Kota Lhokseumawe dalam sebulan terakhir masih stabil, kendati di beberapa daerah sentral pertanian padi mengalami kekeringan akibat kemarau.
Pedagang beras di pasar Inpres Lhokseumawe Heri, Sabtu mengatakan, tidak ada lonjakan harga beras dalam sebulan terakhir ini. Bahkan, pasokan beras juga masih seperti biasanya.
Sebutnya, untuk beras yang berasal dari jenis padi IR 64, Ciheurang dan lain sejenisnya, harganya per sak ukuran 15 Kg masih dijual oleh pedagang dengan harga Rp125 ribu.
Terhadap kondisi kemarau di beberapa kawasan di Aceh, khususnya di daerah sentra produksi padi, Heri mengatakan, walau ada kekeringan di sebagian daerah pertanian, namun tidak mempengaruhi pasokan beras ke pasar-pasar.
Apalagi, di wilayah sekitar Lhokseumawe, seperti Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireun ada yang akan menjelang panen. Jika di beberapa daerah dimaksud panen maka kestabilan harga beras akan terus berlanjut.
Menurut informasi yang didapatkan oleh pedagang beras dari beberapa pengusaha kilang padi terhadap lancarnya pasokan beras ke pasar-pasar menyebutkan, menjelang lebaran lalu, banyak pengusaha kilang padi yang menggiling untuk kebutuhan membayar zakat fitrah.
“Mereka beranggapan bahwa dengan adanya momen membayar zakat fitrah, harga beras akan melonjak karena mengingat tingkat kebutuhan yang tinggi dan harganya melonjak. Ternyata langkah tersebut, dilakukan oleh semua pemilik kilang padi, akibatnya produksi melimpah dipasaran,” terang pedagang beras tersebut.
Sumber : antara