JAKARTA - Kemendag akan membentuk Task Force Karet Nasional (TFKN) untuk mengantisiapsi anjloknya harga karet dunia.
Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Partogi Pangaribuan mengatakan pembentukan TFKN merupakan hasil kesepakatan di Bali. "Pembentukan TFKN merupakan hasil kesepakatan di Bali untuk mengatasi anjloknya harga karet dunia dan antisipasi perdagangan bebas regional dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN," ujar Partogi dalam keterangan tertulis Kemendag, Sabtu (23/8/2025).
Untuk menyetabilkan harga karet dunia, Kemendag terus melakukan diplomasi dalam organisasi-organisasi karet internasional seperti International Tripartite Rubber Council (ITRC) dan International Rubber Consortium (IRCo).
"Kami menjalin kerja sama dengan negara-negara produsen utama karet dunia untuk menjaga keseimbangan supply dan demand karet alam dunia, serta menstabilkan harga karet internasional pada tingkat yang remuneratif bagi petani," jelasnya..
Kemendag juga mengadakan pembicaraan pada negara-negara produsen utama karet dunia seperti Thailand dan Malaysia. Kemendag berharap, kerja sama internasional tersebut dapat berkembang dengan merangkul emerging rubber producing countries di tingkat ASEAN seperti Vietnam, Laos dan Kamboja.
Sumber : inilah