Beranda»Agribisnis»Atasi hama, kebun pisang di Aceh Utara mesti 'dibasmi'

Atasi hama, kebun pisang di Aceh Utara mesti 'dibasmi'

JAMALLUDIN~BISNIS ACEH
Sabtu, 20 April 2026 19:26 WIB

[FOTO : bisnisaceh.com/Jamalludin]">FOTO : bisnisaceh.com/JamalludinIlustrasi buah pisang

LHOKSEUMAWE - Hama wereng atau disebut Virus Fusarium yang telah menyerang 3000 hektar tanaman pisang di Kabupaten Aceh Utara belum juga tertangani dengan tuntas. Dinas Pertanian mengatakan bahwa tidak ada solusi lain atasi hama pisang kecuali dibasmi semua kemudian ditanam kembali dengan perawatan yang cukup.

“Setelah dibasmi, kemudian ditanam kembali dengan perawatan formal,” kata Staf Tehnik Hama, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Utara, Abdullah SPMP, hari ini, Sabtu.

Menurutnya, penyakit pisang itu berasal dari penamanan yang tidak dirawat, kemudian penyakit itu menyebar. Awalnya penyakit itu terjadi akibat kelembaban yang tinggi. Kelembaban itu juga terjadi karena jarak tanam yang melebihi kepadatan jumlah batang pisang sehingga menimbilkan Viktogen.

Pda survei bulan lalu, ditemukan beberapa kebun pisang milik petani tidak dirawat secara formal. “Rata – rata kebun pisang  bermasalah dengan jarak tanam. Dalam satu rumpun itu dibiarkan tumbuh 10 batang, itulah yang menimbulkan kelembaban apalagi saat ini iklim tidak menentu. Seharusnya cukup 3 batang dalam satu rumpun,” terang Abdullah.

Karenanya, kata dia, penyakit Virus Fusarium tersebut lebih mudah berkembang dan menyebar. “Saya rasa kalau petani memilih bibit pisang yang bagus kemudian dirawat yang cukup, Virus itu tidak menyebar,” katanya lagi.

Seperti yang diketahui, hama wereng pada tanaman pisang atau dikenal dengan Virus Fusarium itu telah memakan ribuan tanaman pisang di Aceh Utara sejak setahun terakhir. Virus itu tumbuh disetiap batang tanaman pisang dengan daun menguning, batang membusuk dan keluar cairan hingga buahnya menjadi kerut. Akibat dari itu kelangkaan pisang dan harganya pun semakin melambung. Mungkin juga berefek buruk bagi petani dan penjual pisang.

Untuk menekan tumbuhnya virus penyakit itu, dinas pertanian setempat juga sudah menerima tata cara mengantisipasi penyakit pisang dari dinas pertanian Provinsi. “Memang saat ini kita kewalahan tidak ada bantuan dalam bantuk obat dan lain – lain. Sementara bantuan sosialiasi sudah saya berikan kepada para petani untuk membasmi virus itu dan membentuk gerakan awal yang betul – betul secara tehnik,” ujarnya lagi.



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close