Beranda»Berita Umum»Ratusan warga Aceh Utara demo DPRK dan kantor bupati

Ratusan warga Aceh Utara demo DPRK dan kantor bupati

JAMALUDDIN ~ BISNIS ACEH
Rabu, 17 April 2026 18:06 WIB

[FOTO : bisnisaceh.com/jamaluddin]">FOTO : bisnisaceh.com/jamaluddin

LHOKSEUMAWE - Menuntut penyelesaian pembangunan proyek waduk Krueng Pase, ratusan warga dari 9 kecamatan hari ini, Rabu, melakukan aksi demo ke kantor DPRK dan Bupati Aceh Utara.

Sekitar pukul 12.00WIB siang tadi, massa dari 9 kecamatan di Aceh Utara ini termasuk Kota Lhokseumawe, tiba dikantor DPRK Aceh Utara lengkap dengan atribut tuntutan. Antaranya, Kecamatan Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Syamtalira Aron, Nibong, Matang Kuli, Tanah Luas, Tanah Pasir dan satu Kecamatan Blang Manga (Kota Lhokseumawe).

Massa yang mengawali aksi demo itu di kantor DPRK meminta titik temu dan menuntut kejelasan pembangunan proyek waduk yang terletak di Krueng Pase, Kecamatan Murah Meulia.

Tidak ada respon DPRK, mereka hanya dikawal oleh personil kepolisian. Kemudian massa menuju ke kantor bupati setempat meminta Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib atau Cek Mad dan wakilnya Muhammad Jamil segera turun dari ruangan kerjanya di lantai dua kantor itu untuk menjumpai mereka.

Karena Bupati Aceh Utara, M. Thaib dikabarkan masih bertugas diluar daerah, sehingga Wakil Bupati aceh Utara, M. Jamil M.Kes, akhirnya turun dari ruang kerjanya dan langsung menemui para pendemo itu.

Di hadapan para pendemo itu, M. Jamil M. Kes berjanji bahwa pihak Pemerintah Aceh Utara siap menyelesaikan pembangunan Waduk Krueng Pase itu pada tahun ini juga.

“Akan kita selesaikan tahun ini juga karena memang dari dulu sudah dalam fokus kami,” katanya.

Para pendemo akhirnya merasa tenang setelah mendengar tanggapan Wakil Bupati, yang kesimpulannya bahwa pemerintah siap menyelesaikan proyek itu. Mengingat, saat ini dalam musim tanam, para pendemo yang bermayoritas sebagai petani menuntut proyek tersebut segera diselesaikan supaya air irigasi di kabupaten tidak lagi menjadi tantangan bagi mereka (petani).

Waduk Krueng Pase dan merupakan salah satu pusat irigasi yang sangat dibutuhkan para petani yang meliputi 9 kecamatan itu. Petani yang berhubungan dengan irigasi itu takut tanaman padinya terancam gagal panen yang disebabkan kekeringan.

Aksi ini dikoordinir oleh sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Terpriadi A. Majid, Husaini, Rinaldi, Rusli. Termasuk para imum mukim yaitu A. Latif (Meurah Mulia), H. Rasyidin (Nibong), H. Lidan (Syamtalira Bayu), M. Thaeb (Syamtalira Aron), Buhanuddin (Tanah Pasir), Mahdi (Samudera), M. Ishak (Tanah Luas), Martunis(Matangkluli).



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Berita Umum

Close