BANDA ACEH - Hujan deras disertai angin puting beliung menumbangkan 14 tiang listrik milik PT PLN Cabang Meulaboh dengan kerugian ditaksirkan di atas Rp500 juta pada Minggu (16/6) sekitar pukul 18.30 WIB.
"Tumbangnya 14 tiang itu mengakibatkan jaringan listrik untuk Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya terpaksa dilakukan pemadaman selama tiga jam," kata Kepala PT PLN Cabang Meulaboh Abdullah di Meulaboh, hari ini.
Menurutnya, tiang yang tumbang lebih banyak di kawasan Meureubo kabupaten Aceh Barat dan sempat menghambat jalur lalulintas di jalan nasional Meulaboh - Nagan Raya.
"Meski dalam cuaca hujan dan angin kencang, kami mengerahkan petugas beserta alat berat untuk membersihkan sejumlah titik lokasi," kata Abdullah.
Ia mengatakan tumbang tiang milik PLN itu selain karena faktor alam juga disebabkan oleh kondisi tanah yang labil dan banyaknya pohon yang berdekatan dengan tiang listrik.
Pohon yang tumbang yang menimpa kabel serta tiang juga menjadi salah satu penyebabnya. Ia menyebutkan tidak ada korban jiwa akibat tumbangnya tiang listrik itu apalagi berada jauh dari pemukiman warga. "Kami tetap melakukan antisipasi dan berharap warga yang memiliki pohon besar di dekat tiang listrik agar ditebang," katanya menambahkan.
Sebagian besar tiang listrik yang tumbang itu berada di sepanjang jalan lintas Meulaboh Kabupaten Aceh Barat - Nagan Raya, mulai dari Kecamatan Meureubo hingga Kecamatan Kuala Pesisir Nagan Raya. Angin puting beliung pada Minggu (16/6) itu juga mengakibatkan belasan rumah warga di Aceh Barat mengalami rusak berat dan ringan.
Sumber | antara/waspada.co.id