Beranda»Berita Umum»Gempa 7,2 SR di Filipina tidak sebabkan tsunami di Indonesia

Gempa 7,2 SR di Filipina tidak sebabkan tsunami di Indonesia

BISNIS ACEH
Selasa, 15 Oktober 2013 19:12 WIB

[]">ilustrasi

MANADO - Badan Nasional Penanggulangan Bencana melansir tsunami di perairan Filipina tidak terjadi pascagempa bumi sebesar 7,2 SR yang melanda negara itu.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, mengatakan sesaat setelah gempa, Pacific Disaster Center di Hawaii dan Global Disaster Alert and Coordinating System mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Sedangkan Pacific Tsunami Waning Center tidak mengeluarkan peringatan dini.

"Adanya perbedaan peringatan dini tersebut karena menggunakan metode yang tidak sama dalam pemodelan tsunami dan peringatan dini yang dikeluarkan," katanya secara tertulis, Selasa (15/10/2025).

Seperti diketahui, Filipina diguncang gempa bumi 7,2 SR yang terjadi pada 5 KM dari timur Balilihan, Region Central Visayas, pada hari ini pukul 07.12 WIB.

Menurutnya, peringatan dini tsunami sangat diperlukan, karena hanya memiliki waktu kurang dari 30 menit di daerah sekitar pusat gempa.

Artinya antisipasi bagi masyarakat di pesisir yang terancam tsunami hanya memiliki waktu sangat terbatas untuk evakuasi.

Dia mengatakan berdasarkan banyak kejadian, saat ada peringatan dini tsunami umumnya terjadi kepanikan, kemacetan, dan kekacauan.

Oleh karena itu, lanjutnya, kesiapsiagaan masyarakat menghadapi tsunami perlu terus ditingkatkan.

Bada Penanggulangan Bencana Daerah yang menerima tsunami travel times, seperti BPBD Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua dan Kalimantan Timur melaporkan tidak ada tsunami.

"Masyarakat tetap beraktivitas normal," katanya.

Bersasarkan informasi yang dihimpun BNPB gempa di Filipina telah menelan 32 orang korban jiwa, 33 orang luka, dan ratusan bangunan roboh. Diperkirakan korban masih terus bertambah.

Tercatat terjadi sekitar 20 kali gempa susulan terjadi dengan kekuatan yang bervariasi. Penanganan darurat masih dilakukan dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban. Listrik dan komunikasi sebagian besar masih mati. | bisnis.com



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close