Beranda»Transportasi & Logistik»Pusat anggarkan Rp800 miliar untuk bangun perkeretapian Aceh

Pusat anggarkan Rp800 miliar untuk bangun perkeretapian Aceh

BISNIS ACEH
Minggu, 21 September 2025 20:18 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaKereta api

BANDA ACEH - Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi, dan Telematika (Kadishubkomintel) Aceh, Ir Rizal Aswandi mengatakan, pemerintah pusat kini sangat serius membangun proyek transportasi perkeretapian di Aceh. Dia yakin, proyek “prestisius” ini akan tuntas pada waktunya, sebagaimana direncanakan dalam Masterplan Perkeretapian Aceh hingga tahun 2025.

“Kali ini pemerintah pusat serius,” kata Rizal Aswandi di Banda Aceh, Sabtu (20/9).

Menurutnya, untuk lintasan Lhokseumawe-Krueng Geukueh, pemerintah pusat telah menghabiskan dana hingga Rp 400 miliar.  Selain itu, pada tahun 2015 pemerintah telah menganggarkan di APBN sebesar Rp 800 miliar untuk kelanjutan proyek ini.

“Nah, kalau kita lihat porsi anggaran yang diplotkan saat ini, tidaklah mungkin pusat main-main dalam proyek ini. Pak Gubernur pun sudah menemui pejabat-pejabat di pusat untuk memastikan keseriusan mereka dan mereka mengaku komit menuntaskannya,” kata Rizal dengan mimik serius.

Mantan kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh ini merencanakan, kalaupun sekarang operasional kereta api Aceh dihentikan untuk trayek pendek, Krueng Geukueh-Krueng Mane, itu hanyalah bersifat sementara dengan alasan tertentu. Terutama demi mencegah terjadinya kecelakaan berulang di perlintasan kereta.

“Lagi pula,  operasional sepenuhnya juga dikendalikan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Namun diakuinya, komitmen yang disampaikan pemerintah pusat baru sebatas membangun lintasan Lhokseumawe-Bireuen yang panjangnya sekitar 65 kilometer. Sedangkan lintasan lainnya hingga terhubung sampai ke Banda Aceh, menurut Rizal, saat ini belum bisa dipastikan.  Begitupun, Rizal meyakini bahwa pemerintah pusat akan bertanggung jawab dengan porsi alokasi anggaran yang besar hingga proyek perkeretapian Aceh itu tuntas.

“Paling-paling nanti kita diminta membebaskan tanah. Ya, akan kita bebaskan. Jadi, sharing-lah anggarannya antara pemerintah pusat dengan pemerintah Aceh,” kata dia.

Bahwa banyak masyarakat di sekitar rel kereta api di lintasan Lhokseumawe-Krueng Geukueh yang tak tertarik dengan proyek ini, Rizal tak membantah. Kata dia, mungkin saja ada sebagian masyarakat yang merasa proyek kereta api Aceh ini belum memberikan manfaat bagi mereka.

“Akan tetapi, dalam jangka panjang, dipastikan banyak memberi manfaat ketika sudah terhubung sampai ke Banda Aceh, apalagi jika sudah sampai ke Medan,” demikian Rizal Aswandi.

 

 

 

 

Sumber : serambinews



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close