Beranda»Keuangan & Perbankan»Penyaluran kredit perbankan di Aceh pada triwulan II-2014 melambat

Penyaluran kredit perbankan di Aceh pada triwulan II-2014 melambat

UTAMA~BISNIS ACEH
Sabtu, 23 Agustus 2014 15:42 WIB

IlustrasiFoto : istimewaIlustrasi

BANDA ACEH - Kondisi kredit perbankan di Provinsi Aceh pada triwulan II-2014 mengalami perlambatan pertumbuhan dibandingkan triwulan sebelumnya seiring dengan kenaikan suku bunga kredit.

Zulfan Nukman, Deputi DIrektur Bank Indonesia Perwakilan Aceh mengatakan bahwa pada triwulan II-2014 perbankan telah menyalurkan kredit sebesar Rp24,71 triliun atau tumbuh sebesar 8,72% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 10,72% (yoy).

"Proporsi penyaluran kredit oleh perbankan konvensional pada tiwulan laporan mencapai Rp21,64 triliun atau tumbuh sebesar 9,2% (yoy), kondisi tersebut melambat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 11,3% (yoy)," katanya.

"Di sisi lain, perlambatan juga terjadi di pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan syariah yakni sebesar Rp 3,07 triliun atau tumbuh sebesar 5,4% (yoy), namun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang masih tumbuh sebesar 6,5% (yoy)," terangnya.

Keadaan tersebut seiring dengan kebijakan moneter yang dilakukan Bank Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan nasional.

Penyaluran kredit pada triwulan II-2014 masih didominasi oleh kredit konsumsi sebesar 57,7% dan kredit modal kerja sebesar 32,7%. Kredit konsumsi pada triwulan laporan mencapai Rp 14,27 triliun atau mengalami kenaikan pertumbuhan yang dari 10,7% (yoy) pada triwulan I-2014 menjadi 12,5% (yoy) pada triwulan laporan.

Kenaikan pertumbuhan pada kredit konsumsi tersebut diindikasikan berhubungan dengan aktivitas konsumsi masyarakat yang juga naik karena adanya Pemilu, tahun ajaran baru, dan menjelang puasa.

Sementara itu, kredit modal kerja pada triwulan II-2014 mencapai 32,7% atau sebesar Rp 8,08 triliun, tumbuh melambat sebesar 0,004% (yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,2% (yoy). Adanya perlambatan pertumbuhan pada penyaluran kredit modal kerja memberikan sinyal bahwa kegiatan perekonomian Aceh saat ini masih ditopang oleh tumbuhnya aktivitas konsumsi, sementara aktivitas pada sektor produktif lainnya masih cenderung melambat.

Kredit investasi tumbuh sebesar 20,4% atau mencapai Rp2,36 triliun. Masih tumbuhnya kredit investasi mengindikasikan bahwa iklim investasi di Provinsi Aceh hingga periode mendatang masih cukup baik meski Penambahan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami perlambatan.

"Melambatnya pertumbuhan semua jenis kredit terutama disebabkan karena adanya kenaikan tingkat suku bunga kredit sebagai respon atas kenaikan BI rate. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat sebesar 11,86%, meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 11,68%," pungkas Zulfan.

 

 

 

 

 

 



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close