JAKARTA - Hingga siang ini, harga emas melemah hingga US$15,4 per troy ons. Notula rapat The Fed yang mengindikasikan kenaikan suku bunga AS lebih cepat jadi pemicunya.
Berdasarkan data yang dilansir cnbc.com, pada perdagangan Kamis (21/8/2025) hingga pukul 14.21 WIB, harga emas internasional ditransaksikan anjlok sebesar US$15,4 (1,19%) ke level US$1.279,8 per troy ons.
Daru Wibisono, senior researcher & analyst PT Monex investindo Futures mengatakan, nuansa penurunan kembali harga emas mewarnai pergerakan hari ini. “Pelemahan terjadi akibat minutes rapat kebijakan Federal Reserve (the Fed) bulan Juli kemarin yang mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga lebih awal dari perkiraan dan jadwal semula,” katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Pasalnya, kata dia, rencana kenaikan suku bunga yang akan lebih cepat itu, mendorong arus investasi ke Amerika Serikat (AS) sekaligus akan menguntungkan nilai tukar Greenback. “Sebaliknya, bila dolar AS menguat, akan memberikan tekanan penurunan terhadap pergerakan harga emas,” ujarnya.
Secara teknikal, lanjut dia, beberapa indikator utama dalam grafik emas harian (XAUUSD daily), semuanya menunjukkan indikasi tekanan bearish. “Setidaknya indikator Stochastic, The Relative Strength Index (RSI)-14 dan Moving Average Convergence-Divergence (MACD) saat ini terkondisi downtrend,” papar dia.
Dengan demikian, menurut Daru, emas terkoreksi menembus support terdekat US$1.280,25 yang merupakan tahanan dari proyeksi Fibonacci restracement 61,8%. “Setelah pecah level ini, terbuka peluang bagi emas untuk melanjutkan penurunan ke support berikutnya di US$1.272 per troy ons,” tuturnya.
Di sisi lain, potensi kenaikkan emas kemungkinan akan terbatas pada resisten US$1.292,6. Angkan ini merupakan retracement 50% Fibonacci. “Selanjutnya akan tertahan kembali pada level psikologis US$1.300 per troy ons,” imbuh Daru.
Sumber : inilah