JAKARTA - Meskipun tahun depan adalah tahun politik, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih terus tumbuh pada tahun ini. Sektor konstruksi dianggap sebagai sektor yang masih seksi untuk bidang investasi.
Sementara untuk investasi pasar modal, saham sektor tersebut masih menarik untuk dikoleksi lantaran makin banyaknya proyek pemerintah untuk proyek percepatan pembangunan infrastruktur.
Salah satu sektor pendorong ekonomi selain dari sisi infrastruktur, semen dan operator jalan tol, selain pula terdapat potensi pertumbuhan pada sektor properti dan konsumer.
Analis dari First Asia Capital, David Sutyanto mengatakan bahwa ke depannya saham infrastruktur masih dapat menarik minat pasar. Pasalnya, emiten konstruksi masih mempunyai permintaan yang cukup tinggi.
"Demand untuk konstruksi hingga akhir tahun ini masih bagus, apalagi Waskita yang mempunyai rata-rata punya order book yang cukup untuk sales selama minimal 2 tahun ke depan," ujarnya saat dihubungi, Jakarta, Kamis (18/4).
Menurutnya, dibandingkan dengan emiten konstruksi lainnya Waskita Karya lebih baik. "Jika dibandingkan dengan WIKA, mereka hanya mencatatkan pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 9 triliun. Dan order book waskita lebih dari Rp 30 triliun. Ini sudah terlihat pasti ke depannya Waskita mampu mendorong pendapatan perseroan, apalagi dengan tambahan proyek MP3EI," jelasnya.
Kendati demikian, bukan berati saham infrastruktur atau emiten konstruksi tidak mempunyai kendala. "Emiten konstruksi masih akan terus tumbuh baik namun jika anggaran pemerintah terlambat maka secara tidak langsung akan menghambat kinerja perseroan," ungkapnya.
Di samping itu, perusahaan pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dinilai mempunyai daya tarik sendiri untuk dapat menarik pangsa pasar. "Waskita bagus karena merupakan pemimpin di bidang konstruksi namun bidang konstruksi cenderung marginnya kecil. Sedangkan WIKA, ADHI Karya dan PTPP diversifikasi usaha ke power plant, dan lain-lain," tutup dia.
Sumber : Merdeka