Beranda»Bisnis & Investasi»Pabrik gula di Aceh Tengah rencananya dibangun pada Mei 2013

Pabrik gula di Aceh Tengah rencananya dibangun pada Mei 2013

BISNIS ACEH
Rabu, 17 April 2026 21:44 WIB

[FOTO : Istimewa]">FOTO : IstimewaIlustrasi

BANDA ACEH - Investor asal India yang tergabung dalam PT Kamadhenu Ventures Indonesia, akan membangun pabrik gula di Kabupaten Aceh Tengah.

Pembanguan infrastruktur gedung dan berbagai kebutuhan pabriknya itu sendiri akan dimulai Mei 2013 mendatang.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Kamadhenu Ventures Indonesia, Nanda Kumar dalam pertemuan dengan Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, di Takengon, Rabu (17/4).

Sebelum melakukan investasi di dataran tinggi gayo Aceh Tengah, Nanda mengatakan, pihaknya telah beberapa kali datang ke Takengon untuk melakukan survei dan kesiapan petani dalam menyuplai tebu. Ternyata, kata dia, di wilayah tersebut cukup potensi untuk pengembangan bisnis gula.

Nanda mengatakan, pembangunan pabrik di lahan seluas 75 hektar berlokasi di kecamatan Ketol, tidak jauh dari kota Takengon. Pembangunan infrastruktur gedung itu sendiri, lanjut dia, dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama, untuk pengolahan tebu dan gula pasir. Sementara tahap kedua, untuk menghasilkan etanol dan pembangkit listrik yang direncanakan dapat mengeluarkan daya hingga 30 mega watt.

Tenaga listrik yang dihasilkan, tambah Nanda, nanti digunakan untuk operasional pabrik sebesar 7 hingga 8 mega watt, dan sisanya akan dikomersilkan. "Jika sudah bekerja, mesin akan bekerja terus menerus selama 24 jam, sehingga pasokan listrik sangat berpengaruh pada kualitas gula yang dihasilkan," imbuhnya.

Sambil menunggu pembangunan pabrik selesai, Nanda berharap, agar pemerintah daerah (Pemda) setempat bisa membantu untuk memperlebar jalan yang telah ada. Hal ini penting dilakukan, karena nanti saat produksi, kata dia, jalan keluar masuk pabrik akan padat sedangkan jalan sekarang sangat sempit.

"Sebab nanti bisa seribu truk keluar masuk dalam satu hari," paparnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan, Pemda sudah menyiapkan anggaran untuk pelebaran jalan tersebut. Tak hanya itu, ia juga mengharapkan, perlu adanya re-agreement terkait rencana pembangunan dan operasional pabrik, dengan poin yang lebih detail dan jelas.

"Kesediaan PT Kamadhenu melakukan investasi di Aceh Tengah, diharapkan bisa membawa manfaat bagi masyarakat, terutama petani tebu di Aceh Tengah," tegas Nasaruddin.

Apalagi tebu sebagai pengolahan gula pasir, lanjutnya, merupakan salah satu komoditi utama Kabupaten Aceh Tengah, selain Kopi Arabica saat ini.

Lebih jauh Nasaruddin menerangkan, bahwa lahan tebu yang tersedia seluas 7.939 hektar, dengan luas panen mencapai 6.111 hektar, dan produksi sebanyak 48.888 ton per tahun, dengan produktivitas 8.000 kilogram per hektar ini, menjadi potensi untuk pembuatan gula di masa mendatang.

 

Sumber : Beritasatu/Suarapembaruan



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Bisnis & Investasi

Close