JAKARTA - Krisis ekonomi di dunia beberapa tahun terakhir memberi keuntungan tersendiri pada negara ini. Investasi ke Tanah Air menjadi bergairah sebab investor dunia mencari lokasi investasi aman, salah satunya di Indonesia.
Perekonomian Indonesia mampu bertahan di tengah badai dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar enam persen salah satunya disokong oleh kinerja investasi. Bahkan peningkatan investasi tahun ini jauh diatas perkiraan pemerintah.
Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang terealisasi dari Januari hingga September tahun ini mencapai Rp 164,2 triliun atau 71,4 persen dari total investasi. Nilai ini meningkat 22 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Chatib Basri mengatakan investasi yang masuk ke dalam negeri akan terus meningkat,seiring cairnya kredit perbankan untuk berbagai proyek menjelang akhir 2012. "Trennya akan meningkat pada kuartal empat ini," ujarnya.
Dia memaparkan investor asal Singapura menanamkan dana USD 1,5 miliar ke tanah air hingga September lalu. Meski 23,8 persen total PMA dari Singapura, hal itu menandakan arus modal yang masuk ke Indonesia berasal dari pelbagai negara.
"Sebab kalau Singapura itu berarti dari seluruh dunia, kan banyak perusahaan memakai negara itu sebagai homebase. Sistem pencatatan investor di Indonesia itu berdasarkan lokasi kantor, jadi bukan asal negaranya," tuturnya.
Selain itu, investor Jepang tercatat sebagai investor yang paling konsisten menanamkan modal di Indonesia. Investor asal Negeri MatahariTerbit itu menanamkan USD 700 juta atau mencapai 10,5 persen dari total realisasi PMA periode tersebut. Berturut-turut, setelah
Singapura, ada Inggris dengan nilai investasi USD 700 juta, Jepang USD 700 juta, Taiwan sebesar USD 600 juta, dan Mauritius USD 600 juta.
Selain asing kinerja investasi Indonesia juga didukung oleh basis investor dalam negeri. Dibanding periode sama dari tahun lalu, perolehan kuartal ketiga untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 65,7 triliun atau 28,6 persen.
Sejauh ini bila digabung dengan Penanaman Modal Asing (PMA), realisasi investasi pada periode Januari-September tahun ini mencapai Rp 229,9triliun. BKPM pun makin pede mampu mencapai target investasi. Sebab, hingga kuartal III, investasi yang masuk sudah mencapai 81,8 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 283,5 triliun.
Melihat situasi itu, dia optimis target investasi bakal terlampaui. Bahkan realisasi sepanjang tahun bisa lebih tinggi dari target yangditetapkan. "Untuk 2012, sekarang saja kita sudah mendapat Rp 229,9 triliun, sampai akhir tahun kita bisa dapat Rp 300 triliun mustinya dapat," ucapnya yakin.
Kepala ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengungkapkan, Indonesia masih menjadi primadona bagi para investor untuk menempatkan dananya.Alasannya, Indonesia masih memiliki iklim investasi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi."Indonesia masih tetap akan menjadi primadona. Karena tidak banyak negara yang memenuhi syarat bagi para investor selain Brazil dan Indonesia," ujar Fauzi.
Menurutnya, saat ini hanya sedikit negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi dunia. Ditambah lagi, imbal hasil di Indonesia masih sangat menarik bagi investor.
"Jadi investor bisa pinjam dana di negara yang imbal hasil murah, dan tempatkan di Indonesia dengan imbal hasil lebih tinggi," katanya.
Sumber | bisnis