Beranda»Bisnis & Investasi»PT Jamsostek catatkan pengelolaan keuangan Rp131 T tahun 2012

PT Jamsostek catatkan pengelolaan keuangan Rp131 T tahun 2012

BISNIS ACEH
Rabu, 02 Januari 2013 06:52 WIB

PT Jamsostek (Persero)FOTO : IstPT Jamsostek (Persero)

JAKARTA - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja membukukan kinerja cemerlang dalam menutup tahun 2012.  Direktur Utama Jamsostek Elvyn G. Masassya menyebutkan, hingga November 2012, dana kelolaan Jamsostek telah mencapai Rp131 triliun, melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 yang ditetapkan sebesar Rp125 triliun.
 
Adapun hasil pengembangan investasi hingga November 2012 telah mencapai sekitar Rp13 triliun, melebihi target RKAP yang ditetapkan senilai Rp12 triliun.
 
"Total aset Jamsostek saat ini telah mencapai sekitar Rp135 triliun," ujarnya, Jumat (28/12).
 
Direktur Investasi Jamsostek Jeffrey Haryadi menyebutkan, pada 2013 perseroan akan semakin menggenjot kinerja dengan strategi pengembangan hasil investasi dan memperluas kepesertaan guna mengumpulkan premi.
 
Terkait pengelolaan dana investasi, Jeffrey menuturkan portofolio investasi pada 2013 tidak akan jauh bergeser dari tahun sebelumnya. Adapun perinciannya adalah obligasi antara 44%-46%, deposito sekitar 28%-30%, saham 20%-22%, reksaddana sekitar 7%-9%, properti dan penyertaan modal sekitar 2%.
 
Obligasi masih menempati urutan pertama portofolio investasi Jamsostek dengan nilai sekitar Rp53 triliun hingga November 2012. Adapun obligasi yang dipilih Jamsostek adalah Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai sekitar 60% dari total investasi di obligasi serta sisanya obligasi korporasi yang memiliki peringkat investasi minimal A.
 
"Melihat kondisi ekonomi makro, trennya masih akan seperti itu. Strateginya hampir sama," ujarnya.
 
Sementara itu, untuk memperluas kepesertaan, Jamsostek terus menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain seperti dengan industri perbankan. Belum lama ini, Jamsostek menggandeng PT Bank Negara Indonesia untuk melakukan co-branding.
 
"Dengan kerjasama co-branding, kami mendapatkan kesempatan bersosialisasi saat BNI melakukan gathering. Demikian juga sebaliknya. Kami melakukan cross selling," ujarnya.
 
Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo mengatakan, pilot project kerjasama co-branding ini telah diujicobakan kepada sekitar 25.000 karyawan dan 4.000 karyawan Jamsostek.
 
"Co-branding telah dimulai sejak 2010. Tapi beroperasi penuh 100% pada 2012," ujarnya.
 
Elvyn menjelaskan, co-branding ini akan diperluas kepada sekitar 5 juta nasabah Jamsostek di wilayah DKI Jakarta pada 2013. Untuk program ini, Jamsostek akan menggandeng sejumlah bank BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk.


Sumber | bisnis



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Bisnis & Investasi

Close