Beranda»Agribisnis»Butuh Rp1,5 triliun selamat industri tahu dan tempe

Butuh Rp1,5 triliun selamat industri tahu dan tempe

BISNIS ACEH
Rabu, 28 Agustus 2013 21:51 WIB

JAKARTA - Upaya penyelamatan industri tahu-tempe di Indonesia yang terancam bangkrut karena kenaikan harga bahan baku kedelai dalam beberapa waktu terakhir ini diperkirakan memerlukan dana Rp1,5 triliun.

"Ini diasumsikan dari omzet kebutuhan kedelai per bulan oleh para pelaku usaha dalam industri tahu-tempe," kata Managing Director Commercial & Business Banking PT Bank Mandiri Sunarso di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, kebutuhan kedelai Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakopti) diperkirakan sekitar 120.000 ton perbulan, jika harganya berkisar Rp8.000-Rp8.500 per kilogram maka total omzet mencapai rata-rata Rp2,5 triliun.

Dari omzet tersebut diperkirakan kebutuhan kredit untuk pelaku usaha agar bisa mempertahankan usahanya sekitar Rp1,5 triliun. "Pada dasarnya ini bukan jumlah yang besar, ini akan solve dengan skema kredit yang ada dan plafon yang ada yakni melalui Kredit Usaha Rakyat atau KUR," katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Bisnis dan UMKM PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Djarot Kusumayakti. Ia menyadari saat ini para pengusaha mikro dan kecil yakni perajin tahu dan tempe sedang mengalami kesulitan.

BRI sendiri menyatakan siap untuk membantu para perajin tersebut melalui skema kredit yang sudah ada yakni KUR. "Kami tidak memiliki batasan anggaran untuk KUR, berapapun yang mereka butuhkan kami siap," katanya.

Ia menegaskan likuiditas perbankan saat ini masih sangat cukup, dan hal itu didukung oleh komitmen pemerintah dalam hal penjaminan KUR berikut banyaknya jumlah perajin tahu dan tempe di Indonesia. "Tidak ada batas, pokoknya sebanyak perajin yang membutuhkan kami akan siapkan," katanya.

Djarot memperkirakan kebutuhan kredit perajin tahu-tempe berkisar Rp1 juta-Rp20 juta. "Itu artinya KUR mikro masih sangat bisa mengadsorp kebutuhan para perajin tahu-tempe," katanya. | antara/investor.co.id



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Agribisnis

Close