JAKARTA - Perum Bulog kemungkinan besar melakukan impor beras pada akhir 2013, menyusul kurang maksimalnya produksi semester II.
Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan pihaknya kemungkinan akan mengimpor beras pada akhir tahun, hal ini dilakukan jika produksi beras kurang maksimal atau hanya 600.000 ton.
“Kita menjaga agar harga beras tidak naik, caranya adalah dengan menjaga stok beras yang ada di gudang-gudang Bulog,” katanya, Senin (5/8/203).
Sutarto menjelaskan berdasarkan perhitungannya stok beras saat ini masih diatas 2 juta ton, namun sebanyak 700.000 ton akan disalurkan untuk beras Raskin ke-13, 14 dan 15. Sementara itu, kenaikan produksi beras kurang dari 1%.
“Kemungkinan impor ini memang belum diputuskan, namun memang ada kemungkinan. Pasalnya, berdasarkan angka ramalan I Badan Pusat Statistik (BPS) hanya naik tipis yakni 0,31%,” terangnya.
Sutarto melanjutkan, ada tiga hal penting yang menjadi barometer di komoditas ini yaitu soal produksi, harga dan stok beras di gudang Bulog. | bisnis.com