MEUREUDU - Akibat kemarau yang melanda Pidie Jaya (Pijay) selama satu bulan, menyebabkan ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Triengagdeng mengalami kekeringan. Ironisnya, irigasi teknis di Cubo tidak bisa diharap sama sekali. Jika dalam sepekan ini hujan tak juga kunjung turun, dikhawatirkan tanaman padi bisa mati.
Data yang dihimpun Serambi kemarin menunjukkan, tanaman padi seluas kurang lebih 500 hektare berumur antara 1-1,5 bulan setelah tanam yang mengalami kekeringan antara lain di Desa Sagoue, Mee, Masjid Puduek Baroh, Rusep, Tuha, Dee, Dayah Teumanah, Tampui, Panton Raya, Plandok Baroh dan Plandok Tunong. Selain kekeringan, puluhan hektare diantaranya juga terserang tikus. Dilaporkan, berbagai upaya telah dilakukan petani, tapi tidak juga membuahkan hasil dan kini mereka pasrah.
Usman, seorang petani di Kemukiman Puduek Baroh kepada Serambi mengatakan, kekeringan kali ini tergolong parah karena terjadi menyeluruh. Kendati ada juga petani menggunakan genset untuk menyedot air dari saluran yang berada sepanjang jalan kabupaten di kawasan tersebut, tapi itu percuma saja. “Selain persediaan air disaluran sangat terbatas juga areal yang diairi sangat luas atau mencapai hampir 300 hektare,” kata Usman.
Nada yang sama juga disampaikan beberapa petani Tampui dan Dayah Teumanah Puduek Tunong. | serambinews.com