SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara X tahun ini memproyeksikan kenaikan produksi gula menjadi 538.000 ton dibandingkan 2012 sebanyak 494.000 ton, melalui peningkatan areal penanaman tebu seluas 76.000 hektare di berbagai kabupaten di Jawa Timur.
BUMN pengelola 11 pabrik gula tersebut menjadualkan penggilingan tebu mulai Mei mendatang, dengan memanfaatkan hasil tebangan tanaman tersebut dari petani. Diperkirakan volume tebu yang digiling PTPN X tahun ini sebanyak 6,4 juta ton.
Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara X (Persero) M. Cholidi optimistis BUMN industri gula berkantor pusat di Surabaya itu tahun ini kembali menjadi kontributor terbesar terhadap produksi gula nasional.
Pada 2012, lanjutnya, PTPN X membukukan produksi gula sebanyak 494.000 ton atau mengontribusikan 19% terhadap total produksi gula nasional yang terealisasi 2,5 juta ton. Produksi gula PTPN X tahun lalu didukung pembudidayaan tebu di areal seluas 72.124 hektare dengan hasil tebangan tebu rata-rata 84,2 ton per hektare.
“Kami dalam musim giling tahun ini melakukan perluasan areal penanaman tebu menjadi 76.000 hektare antara lain membuka lahan di Madura seluas 1.000 hektate. Diproyeksikan produksi gula bisa naik menjadi 538.000 ton,” ujarnya, hari ini (Minggu, 1 Januari).
Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku 11 pabrik gula (PG), PTPN X lebih mengandalkan pasokan tebu dari petani sebab BUMN tersebut tidak memiliki lahan hak guna usaha (HGU) sendiri. Untuk itu, petani terus dibina tentang teknis budidaya tebu dengan memperkenalkan metode bud chips guna memacu produktifitas hasil tebangan tanaman tersebut.
Melalui produktifitas tebu dengan tingkat rendemen rata-rata 8,12%, maka petani lebih bergairah membudidayakan tanaman tersebut.
Cholidi menambahkan diharapkan hasil tebangan tebu petani tahun ini setidaknya sama seperti 2012 yakni rata-rata 84,2 ton/ha. Dengan demikian, total tebu yang digiling PTPN X naik menjadi sekitar 6,4 juta ton.
Pada 2012 volume tebu yang digiling BUMN tersebut sebanyak 6,072 juta ton menghasilkan gula 494.000 ton, yang merupakan kenaikan dibandingkan 2011 sebanyak 5,6 juta ton dengan produksi gula 446.926 ton.
Kepala Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PTPN X Wasis Pramono mengatakan BUMN tersebut juga memberikan pinjaman modal tanam bagi petani tebu sebesar Rp25 juta per hektare. Pengembaliannya dipotong langsung dari hasil penggilingan tebu di pabrik gula, sehingga tidak terjadi kemacetan pembayaran.
“Kami tahun ini mengalokasikan kenaikan dana PKBL menjadi Rp550 miliar, setelah pada 2012 mengucurkan Rp450 miliar. Sebanyak 13 BUMN juga menyerahkan dana kemitraan kepada kami guna disalurkan kepada petani tebu,” paparnya.
Sumber | bisnis