JAKARTA - Bulog akan menargetkan penyerapan beras petani sebesar 3,5 juta ton. Target ini upaya pemerintah melanggengkan stabilitas harga beras di pasaran.
Upaya ini menurut Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Soetarto Ali Moesa dilakukan dengan beberapa strategi jitu andalan Bulog. "Strategi dorong - tarik (penyuluh dorong - Bulog tarik) dengan MoU antara Divre/subdivre dengan dinas terkait dan pembentukan satgas sejak awal pengadaan," katanya di Jakarta, Kamis (3/1/2026).
Selain strategi dorong - tarik, lanjutnya, dibantu dengan jaringan semut. Jaringan ini berupa optimalisasi peran satgas di setiap wilayah untuk melakukan pembelian dari kelompok tani dan petani langsung. Lalu pada jaringan semut ini diadakan pula pengadaan langsung ke penggiling kecil.
"Upaya lain dengan insentif, yaitu insentif pengadaan jarak jauh untuk daerah defisit, penyediaan karung, optimalisasi kemitraan tentang kebijakan mitra kerja nasional dan menyederhanakan persyaratan mitra dengan tanpa jaminan. Insentif juga berupa survai beras pada penggilingan dan penambahan jam kerja gudang dan bank mitra kerja pada hari libur," tuturnya.
Adapun rencana penyaluran/penjualan beras, tambah Soetarto adalah untuk Raskin 328.525 ton, golongan anggaran 130.000 ton, penggunaan beras pemerintah 250 ribu ton.
Sementara itu nilai tukar petani pun sudah ada peningkatan yang baik pada 2012 kemarin. Diketahui NTP petani pada November 2012 mencapai 105,87 naik pada Desember 106,27 berarti ada kenaikan 0,38%. Kenaikan NTP tahun lalu disebabkan oleh naiknya NTP pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,38%, peternakan 0,20%, perikanan 0,20%.
Sumber : inilah