Beranda»Agribisnis»Aceh Utara potensial dikembangkan sentra bawang merah

Aceh Utara potensial dikembangkan sentra bawang merah

BISNIS ACEH
Jum`at, 22 Maret 2013 19:49 WIB

[FOTO : Ist]">FOTO : Ist

BANDA ACEH - Kabupaten Aceh Utara berpotensi dijadikan kawasan pengembangan tanaman bawang merah, karena tanahnya cocok untuk jenis tanaman itu, kata Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh Hasanuddin Darjo.

"Aceh Utara secara umum sangat berpotensi untuk dimajukan sebagai salah satu kawasan penanaman bawang merah secara besar-besaran," katanya di Banda Aceh, Jumat.

Ia menyatakan, dirinya beberapa hari lalu menghadiri panen perdana bawang merah di Kecamatan Simpang Keuramat dan ternyata hasilnya cukup menggembirakan.

Secara khusus, Simpang Keuramat dan umumnya Kabupaten Aceh utara sangat berpotensi untuk dijadikan salah satu kawasan pengembangan bawang merah secara besar-besaran.

Panen perdana tersebut merupakan hasil penanaman yang dilakukan Badan Penyuluhan Pertanian Simpang Keuramat dan Aceh Utara yang memanfaatkan lahan di sekeliling kantor.

"Kami memberi apresiasi kepada BPP Simpang Keuramat yang telah berinisiatif untuk mengembangkan tanaman bawang merah dan diharapkan bisa diberikan ilmunya kepada masyarakat sekitar, apalagi saat ini harganya sedang mahal," ujarnya.

Hasanuddin juga berkesempatan meninjau lokasi pengembangan udang windu air tawar di Simpan Peut, Kecamatan Seunuddon, yang ternyata hasilnya juga sangat bagus.

Ia menyatakan, sebenarnya prioritas utama pembangunan Pemerintah Aceh 2012-2017 adalah pembangunan pertanian, karena memang potensinya cukup besar.

Dikatakan, satu hal yang tidak bisa ditinggalkan dalam pencapaian pembangunan pertanian adalah generasi muda pertanian, mereka adalah pelaku utama yang memegang estafet pembangunan pertanian.  

Bila ingin melihat kemajuan pertanian di Aceh pada 10-20 tahun kedepan, maka indikatornya adalah pemuda tani Aceh yang ada sekarang.  

Oleh karena itu, Pemerintah Aceh terus mendorong program magang ke luar negeri, seperti Jepang bagi pemuda tani Aceh, sehingga nantinya mereka memiliki ilmu pertanian yang tinggi.

Maka, katanya, peran BPP kabupaten/kota menyangkut mekanisme, pembinaan dan tatahubungan dalam pengembangan generasi muda pertanian akan lebih kuat.  
    Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh siap untuk mengusulkan calon magang Jepang 2014.

"Kita harapkan kepada BPP kabupaten/kota dapat segera menverifikasi prosesi rekruitment dan mengirimkan usulan melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh untuk selanjutnya diteruskan ke UPT," katanya. | antaraaceh



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Agribisnis

Close