JAKARTA - Belarusia berkomitmen menanamkan modal untuk pengembangan karet di Indonesia. Sebagai kompensasi, Indonesia memastikan ketersediaan bahan baku, partner lokal, fasilitas pajak dan penjaminan pasar produknya.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, Indonesia merupakan negara pengekspor utama karet untuk Belarusia. Namun karena pada 2015 pemerintah berkomitmen tidak lagi mengekspor bahan mentah, maka konsekuensinya Belarusia harus berinvestasi di Indonesia.
"Setelah dikasih faktanya dia mau investasi. Lapor ke presidennya, tadi presidennya di bilateral memutuskan (Belarusia) mau investasi di sini (Indonesia)," ujarnya saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (19/3).
Belarusia juga tertarik untuk berinvestasi dalam produksi peralatan berat seperti traktor, eskavator, mining dump truck. Belarusia merupakan produsen besar peralatan berat untuk dunia di mana 70 persen ekspor peralatan berat dunia berasal dari negara tersebut.
Sementara pemerintah masih mengkaji kemungkinan untuk berinvestasi di Belarus. Hal ini dikarenakan perekonomian makro negara pecahan Uni Soviet itu tidak terlalu baik dimana inflasi mencapai sekitar 20 persen.
"Kalau betul investasi di sana jangan-jangan high cost economy karena dia inflasi di atas 20 persen meskipun income per kapita USD 16.000 jadi makro ekonominya agak jelek," tuturnya. | merdeka