LHOKSUKON - 15 Unit bangunan pertokoan serta tiga rumah berkontruksi papan yang terletak di Kampung Cot Girek Lama, Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara ludes terbakar. Kekadian naas itu terjadi sekitar pukul 03.00 wib, Rabu dinihari.
Informasi yang diperoleh Bisnis Aceh, hari ini, sumber api yang menyebabkan ludesnya beberapa bangunan tersebut diduga akibat konsleting listrik yang berasal dari salah satu toko kosmetik milik Kurnia (37).
Kepala Desa Cot Girek Lama, Asnawi, mengatakan api yang tengah melalap bangunan itu pertama kali diketahui langsung oleh Kurnia. Kemudian ia meminta pertolongan kepada warga lain.
“Awalnya sekitar pukul 03:00 kami mencium bau menyengat seperti kabel terbakar. Kemudian, kami keluar rumah untuk mencari sumber bau menyengat itu. Setelah diketahui, ternyata asap tebal dan api sedang menguasai toko milik Kurnia,” kata Asnawi.
Setelah api membumbum dilokasi di 15 pertokoan dan 3 rumah itu, kemudian warga beramai-ramai berusaha untuk memadamkannya dengan memakai sumber air dari sumur - sumur warga.
Selang setengah jam kejadian itu, tiga unit pemadam kebakaran dari Pemda Aceh Utara tiba dilokasi. Namun nasib berkata lain, karena api berhasil meratakan seluruh bangunan toko dan rumah dengan tanah. Tidak ada yang menyisakan satu barangpun, kecuali pakaian yang melekat pada tubuh milik masing-masing toko dan rumah.
Berikut ini adalah nama-nama pemilik toko, masing-masing Erlina (35), Sukimah (50), Sarmada (40), Buk Dar (36), Saryono (40), Hanifah (37),Rohani (45), Usman AB (65), Ahmad KA (65), Suroso (35), Syarifuddin (50), Suroto (55), Nanang (45), Judul (45) dan Nurdin Bopet (60).
Sedangkan yang tiga unit rumah itu yakni milik Kurnia (37), H. Sungait(75) dan Tarsudi alias Bagol (45).
Sebanyak 15 semi toko dan 3 rumah itu lokasinya berdempetan, sehingga api dengan mudah melalap seluruh bangunan beserta isinya. Ribuan masyarakat juga tumpah ruah dilokasi untuk menonton peristiwa tersebut. Kemudian juga terlihat pihak kepolisian dari Sektor Cot Girek dan Polres Aceh Utara. Sedangkan dari 15 pertokoan itu masing-masing menjual kosmetik, bengkel, warung kopi, pakaian, rempah-rempah, tempat pangkas, distribusi hasil bumi, penempahan kursi dan warung nasi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai hampir 2 milyar. Hingga berita ini diturunkan, ribuan warga masih memadati lokasi kejadian kebakaran itu, sedangkan untuk penyaluran bantuan dari berbagai belum terlihat dari berbagai instansi.