BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengajak kalangan swasta untuk menggarap usaha bidang peternakan yang dinilai memiliki potensi besar dikembangkan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Peternakan Aceh Besar Ahmad Tarmizi mengatakan peluang tersebut terbuka lebar mengingat Aceh Besar saat ini memiliki kebun rumput yang luasnya sekitar 619 hektare tersebar di 18 kecamatan.
Selain itu, juga memiliki padang pengembalaan ternak seluas sekitar 512.296 hektare di 14 kecamatan di kabupaten itu.
“Potensi usaha bidang peternakan cukup besar, karenanya kami mengajak pihak swasta menanamkan modalnya di Aceh Besar,” ujarnya, Senin (25/3)
Menurutnya selama ini Aceh Besar merupakan daerah pemasok utama kebutuhan daging sapi untuk konsumsi warga khususnya di Kota Banda Aceh. Namun, sambungnya, usaha sektor peternakan terutama sapi potong selama ini masih dilakukan terbatas dan secara tradisional oleh petani.
“Artinya, usaha peternakan sapi potong masih skala kecil dan cukup terasa saat menjelang hari-hari besar Islam dan ‘meugang’ tradisi hari pemotongan sapi di Aceh karena permintaan daging cukup tinggi,” katanya.
Ketika kebutuhan meningkat maka harga daging sapi di pasaran justru meningkat yakni bisa mencapai Rp125 ribu per kg, apalagi dengan terbatasnya persediaan sapi di Aceh.
Di pihak lain, ia menjelaskan beberapa cara perlu dilakukan untuk menjadikan peternakan di Aceh Besar menari bagi wirausaha komoditas tersebut. Misalnya Pemkab melalui dinas teknis dapat memberikan insentif berupa subsidi bibit ternak, pakan maupun kredit.
Kemudian, untuk menjadikan peternakan dilirik swasta maka berbagai pihak terkait harus saling bahu membahu menciptakan iklim yang lebih kondusif dalam berinvestasi.
“Kita harus mampu merangsang investor guna menarik minat mereka memanfaatkan potensi dan peluang usaha di bidang peternakan,” tutupnya.
Sumber : Bisnis/Antara