Beranda»Berita Umum»Usai antar mayat ke rumah sakit di Banda Aceh, tukang becak langsung hilang

Usai antar mayat ke rumah sakit di Banda Aceh, tukang becak langsung hilang

BISNIS ACEH
Senin, 01 September 2025 01:38 WIB

Ilustrasi tewasFoto : istimewaIlustrasi tewas

BANDA ACEH - Petugas medis Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Banda Aceh, Sabtu (30/8) pagi, mendapat ‘kiriman’ mayat seorang pria dengan kondisi luka di bagian kepala. Jenazah ini diantar oleh seseorang laki-laki menggunakan becak barang. Setelah mengantar jenazah ini ke rumah sakit, tukang becak tersebut langsung menghilang.

Belakangan, jenazah itu diketahui bernama Marlina Sinaga (30), warga Jalan Sisingamangaraja, Gang Garu 3, Medan Amplas, Sumatera Utara. Identitas itu diketahui berdasarkan sejumlah dokumen yang ditemukan bersama jenazah tersebut. Dugaan sementara, laki-laki itu meninggal karena terjatuh atau korban penganiayaan.

Informasi yang diperoleh, kejadian itu sempat membuat gusar para petugas medis di rumah sakit tersebut, karena tak tau siapa yang mengantar jenazah itu. Beruntung, ditemukan sejumlah identitas korban, seperti KTP atas nama korban, sepatu, dompet, handphone Nokia, dan satu buku tabungan BRI. Juga ditemukan nomor hp paman korban bernama Robin Sinaga (35). Petugas pun menghubungi Robin yang sedang bekerja di Calang, Aceh Jaya.

Robin Sinaga, paman almarhum yang ditanyai wartawan, mengatakan keponakannya itu sudah satu minggu berada di Banda Aceh dan tinggal di rumah temannya di kawasan Peunayong, Banda Aceh, dengan niat mencari pekerjaan. Tapi, Robin mengaku tidak tahu siapa temannya dan dimana keponakannya itu tinggal di Peunayong.

“Terakhir kali kami bicara melalui hp, sekitar tiga hari lalu. Waktu itu dia mengaku mau cari kerja di Banda Aceh dan tinggal sementara bersama temannya di Peunayong,” ujarnya.

Robin sendiri mendapat kabar keponakannya telah meninggal dari petugas medis di RSHB sekitar pukul 09.00 WIB. “Dari Calang saya langsung bergegas ke Banda Aceh. Untuk saat ini saya sedang mengurus semua administarsi untuk pemulangan jenazah ke Medan Amplas,” ungkap Robin yang ditemui di luar kamar jenazah, Banda Aceh.

Sebelumnya berkembang kabar jenazah yang diantar abang becak itu berjenis kelamin perempuan. Namun, Robin, paman korban meluruskan informasi itu sembari menyebutkan keponakannya itu laki-laki.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Moffan MK SH, mengatakan polisi masih melakukan penyidikan terhadap kematian korban yang ditemukan mengalami luka berdarah di bagian kepala.

“Apa mungkin korban jatuh lalu terbentur bagian kepalanya atau korban mengalami penganiayaan. Ini masih dalam penyidikan,” kata Moffan yang dihubungi Serambi, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk identitas tukang becak yang mengantar jenazah itu ke RSHB, sejauh ini juga belum diketahui, karena begitu dia menitipkan jenazah Marlina Sinaga di rumah sakit itu, tukang becak tersebut langsung pergi.

 

 

 

 

 

Sumber : serambinews



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close