BANDA ACEH - Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan tiga orang yang patut diduga melakukan tindakan sabotase dalam proses rekruitmen dan pelantikan pejabat jajaran eselon II, III dan IV yang dilantik pada tanggal 5 Februari 2013 beberapa waktu yang lalu sudah ditindak sesuai dengan tingkat kesalahannya.
"Saya pernah mengatakan bahwa saya di Sabotase terkait dengan pelantikan pejabat pada 5 Februari 2013 lalu, dan berdasarkan evaluasi dan penyelidikan internal kita temukan 3 nama yang diduga kuat melakukan hal tersebut sudah ditindak," kata Gubernur Aceh Zaini Abdullah hari ini di Banda Aceh seusai pelantikan pejabat eselon II, III dan IV di Aula Serbaguna Kantor Gubernur.
Menurut Gubernur, ketiga orang tersebut sudah ditegur, dan diberikan tindakan administrasi. "Penyelesaian kita lebih memilih adat ketimuran," ujar Gubernur.
Saat ditanyakan siapa ketiga nama tersebut, Gubernur menegaskan bahwa tidak layak saya sebutkan, dan saya pastikan bahwa anda para wartawan pasti mengetahuinya. "Pasti anda-anda semua tahu siapa ketiga orang yang saya maksudkan," tukasnya.
Sebagaimana diketahui, pada saat pelantikan 422 pejabat eselon II, III dan IV yang dilaksanakan pada tanggal 5 Februari 2013, terdapat seorang pejabat yang sudah meninggal turut dilantik, dan terdapat juga salah seorang pejabat yang pernah ditangkap petugas WH disalah satu salon di Banda Aceh akibat melakukan tindakan mesum, namun pejabat tersebut justru mendapat promosi sebagai salah satu kepala Bidang di Badan Pendidikan dan Pembinaan Dayah.
Akibat persoalan tersebut, memancing reaksi keras masyarakat, dan hari ini sebagai bentuk tanggungjawab dan menyahuti tuntutan masyarakat, Gubernur Aceh telah mengganti pejabat yang dianggap bermasalah.