MEDAN - Setelah menembak tujuh orang perampok yang beraksi di Jalan Gatot Subroto di Medan, tugas polisi ternyata masih belum usai, masih ada satu kelompok perampok lain yang disinyalir akan kembali melakukan aksinya di Sumatera Utara.
"Masih dikembangkan, ada satu kelompok lagi yang kita intai," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro kepada wartawan di Mapolresta Medan, Sabtu (23/2).
Seperti diberitakan, polisi melumpuhkan tujuh pelaku perampokan di ruko penjahit Dunia International Taylor, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu (23/2) pagi.
Ketujuh pelaku berasal dari Provinsi Aceh, yaitu Sajudin, Yadi (32), Heru Pinem (21), Suid Muzakir (38), Fujiadi (24), Ance Mahendra (32), dan Hamdani Ismail (43). Semuanya tertembak di bagian kaki.
Yadi dan Heru diketahui sebagai mantan anggota TNI. Bahkan saat ditangkap Heru mengenakan kaus loreng dan sepatu PDL.
Wisjnu juga memaparkan, selain melumpuhkan 7 pelaku ini, polisi juga menangkap 3 orang lainnya di lokasi perampokan itu. Ketiganya ditengarai melakukan pengintaian sebelum kelompok ini beraksi.
Dalam aksinya, kelompok ini biasanya menggunakan topi merah. Namun, Wisjnu memaparkan, mereka masih mendalami aksi perampokan lain yang pernah dilakukan kelompok ini.
Kata Wisjnu, ke-10 pelaku berhasil ditangkap dan dilumpuhkan setelah polisi melakukan pengintaian selama sepekan. Sebelumnya, polisi mendapat informasi kelompok ini berencana merampok distributor pulsa di Medan.
"Sasarannya lebih besar lagi, bisa miliaran omzetnya sehari. Kami tunggu mereka beraksi. Personel Brimob pun sudah kami siapkan. Saat itu mereka sudah bagi atribut, tapi mereka menghindar membatalkan perampokan," jelas Wisjnu.
Setelah menghindar, kelompok ini ternyata mengalihkan sasaran ke ruko penjahit Dunia International Taylor di Jalan Gatot Subroto, Medan.
"Mereka masuk saat orang sepi pada hari Sabtu. Informan bilang sudah masuk, kita sudah siap," jelas Wisjnu.
Saat para pelaku beraksi di dalam ruko dan mengikat pemilik rumah, Syahril (56) dan istrinya Misluna (54) di kamar mandi, tim Satreskrim Polresta Medan menyergap. Mereka menembak pintu dan mendobraknya.
"Teman-teman menggerebek, setelah diberi tembakan peringatan, para pelaku lari ke atas. Semua dilumpuhkan di kaki," kata Wisjnu.
Setelah diringkus, para dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut, yang dikenal dengan RS Brimob, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, untuk mendapat perawatan.
Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 1 unit mobil Xenia silver BK 1045 ZB, sepucuk senjata airsoft gun, 2 pucuk replika senjata api, 4 bilah parang, palu, 3 unit hp, dan sejumlah topi merah yang digunakan pelaku dalam beraksi.
Polisi juga mengamankan sejumlah uang, termasuk dalam pecahan dolar Singapura, 9 bentuk jam tangan, 4 kotak perhiasan plus 3 bentuk gelang, 1 unit laptop Acer, 1 eksemplar BPKB sepeda motor, 1 unit kamera digital.
"Totalnya sekitar Rp 200 jutaan," jelas Wisjnu.
Sumber : Merdeka