BANDA ACEH - Satu lagi warga Aceh yang menjadi korban kapal tenggelam di Perairan Pulau Carey, Selangor, Malaysia, berhasil terindentifikasi dan jenazahnya akan dipulangkan ke kampung asalnya di provinsi itu pada Kamis (3/7).
“Akurasi informasi dan identifikasi korban kita peroleh setelah anak kandungnya datang ke posko pengaduan dan informasi kapal karam di Biro Humas Pemerintah Aceh,” kata Ketua posko Mahyuzar di Banda Aceh, Rabu.
Sebelumnya, Juli Elpidar asal dusun Bukit Guru, Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur melaporkan tentang identitas ibu kandungnya yakni Nurmawati (44), TKW di Malaysia .
Juli Elpidar (15), datang ke posko pada Selasa (1/7), dengan membawa foto copy KTP korban. Kemudian, tim posko memperlihatkan salah satu gambar korban tanpa identitas. Selanjutnya Juli Elpidar meyakini bahwa gambar itu adalah ibu kandungnya.
Kemudian, tim posko mengkonfirmasi kepada Badriah (kakak kandung Juli Elpidar/anak korban) dan Yusnida (kakak korban). Keduanya memberikan keterangan sama, bahwa gambar korban yang disiarkan di website humas Aceh itu benar ibu kandung mereka.
“Itu betul gambar orang tua kami,” kata Badriah yang tidak kuasa menahan tangis saat melihat ibu kandungnya menjadi korban kapal tenggelam di Malaysia.
Juli Elpidar menjelaskan bahwa pada malam hari, 18 Juni 2014, ibu kandungnya yakni (alm) Nurmawati menelpon dan mengabarkan akan pulang ke Aceh.
”Saat itu, ibu berjanji akan mengabari kembali setibanya di Tanjung Balai, Sumut. Tapi, setelah dua hari kemudian, saya mencoba menghubunginya kembali, tapi telepon selulernya tidak aktif,” kata Juli Elpidar menjelaskan.
Sementara itu, Kepala Biro Humas Sekda Aceh Murthalamuddin mengatakan, pemerintah langsung berkoordinasi dan mengirim delegasi resmi untuk mengurus pemulangan jenazah Nurmawati.
”Merespon itu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta Kepala Dinas Sosial Aceh untuk menjemput jenazah. Dan kalau pengurusan administrasi selesai, Insya Allah besok (Kamis, 3/7), jenazah akan dipulangkan melalui Bandara Iskandar Muda, Blang Bintang,” katanya menjelaskan.
Dari 14 korban meninggal dunia akibat tenggelamnya kapal Jetty Kelanang di Perairan Pulau Carey, Kuala Langat, Selangor, Malaysia pada 18 Juli 2014 itu, 12 diantaranya adalah warga Aceh, satu asal Sumut dan satu lagi hingga kini belum terindentifikasi.
Saat tenggelam, kapal tersebut mengangkut sebanyak 97 TKI yang hendak mudik ke Tanah Air melalui Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara.
Sumber : antara