Beranda»Berita Umum»Penertiban PKL di Peunayong Banda Aceh berlangsung tertib tanpa perlawanan

Penertiban PKL di Peunayong Banda Aceh berlangsung tertib tanpa perlawanan

BISNIS ACEH
Senin, 04 Agustus 2014 17:38 WIB

[Foto : istimewa]">Foto : istimewaIlustrasi kawasan Peunayong

BANDA ACEH - Petugas Satpol PP Kota Banda Aceh menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kartini, Peunayong, Banda Aceh yang berjualan di badan jalan. Sehingga mengganggu laju kendaraan saat melintas dan menjadi semrawutan di kawasan itu.

Penertiban berlangsung tertib tanpa perlawanan dari pihak pedagang. Kendati sempat memanas saat petugas menyita barang-barang milik pedagang dan dimasukkan ke dalam truk milik petugas untuk dibawa ke kantor Satpol PP Banda Aceh. Sedangkan pemilik barang yang disita itu bila ingin mengambil kembali diminta datang ke kantor Satpol PP.

Komandan Operasi Satpol PP Kota Banda Aceh, Hardi Karmi pada wartawan mengatakan, jalan itu bukan tempat berjualan. Pedagang telah diberikan tempat khusus untuk berjualan oleh pemerintah dan bila berjualan di jalan tentunya akan mengganggu pengguna jalan saat melintasi.

"Pedagang harus mengerti dan harus tahu jalan bukan tempat berjualan. Yang kami larang adalah tempat berjualan, seharusnya berjualan di pasar yg telah disediakan dan ini sesuai dengan Qanun nomor 3 than 2007," kata Hardi Karmi, Senin (4/8) di Banda Aceh.

Katanya, mereka telah memberikan kelonggaran bagi pedagang saat bulan puasa kemarin, dan sekarang tidak boleh lagi berjualan selain di tempat yang telah disediakan. "Kita tidak pernah capek menertibkannya, walaupun pedagang balik lagi. Tapi kita tidak tahu apakah tempat yang disediakan itu mencukupi, yang jelas kita tertibkan yang berjualan di tempat fasilitas umum," terangnya.

Tidak hanya PKL yang ditertibkan. Pemilik toko yang barang dagangan diletakkan memakan badan jalan juga ditertibkan oleh petugas. Kali ini petugas langsung membongkar setiap pedagang yang melanggar. "Kita bongkar semua, karena sudah lama kita peringati dan mereka tidak indahkan peringatan kita," tukasnya.

Sementara itu, alasan pedagang masih berjualan di badan jalan karena tempat di dalam pasar sayur ada yang belum selesai dibangun, dan pedagang sedikit kecewa, walaupun harus menerima gusuran. "Kami mau jualan di dalam, tapi pasar yang ada itu belum selesai dibangun, harusnya selesaikan dulu pasar itu nanti baru kami pindah, jangan asal gusur seperti ini," jelas seorang pedagang sayur Muhammad Tinus.

Oleh karena itu, dia meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan pasar itu. Menurut Muhammad Tinus, bila mereka tidak berjualan, maka tidak ada nafkah yang bisa menghidupi keluarga mereka semua. "Tempat mencari rezeki hanya di sini, kalau tidak berjualan, ya tidak ada uang kami," tutupnya.

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : merdeka



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close