BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh tidak serius menangani sektor perikanan, kelautan, dan pertanian masyarakat di ibu kota Provinsi Aceh tersebut.
“Kami menilai pemerintah kota tidak serius menangani sektor perikanan, kelautan, dan pertanian. Buktinya, kesejahteraan masyarakat pesisir dan hidup di sektor tersebut belum meningkat,” ungkap Khairul Basyar, anggota Komisi B DPRK Banda Aceh di Banda Aceh, Kamis.
Politisi PAN tersebut mengungkapkan, sektor perikanan merupakan sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sektor peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
Namun, sebut dia, selama ini di sektor tersebut tidak dikelola dengan serius oleh pemerintah kota melalui dinas terkait, sehingga masyarakat di daerah pesisir masih hidup di bawah garis kemiskinan.
“Seharusnya, pemerintah kota mereka lebih serius mengembangkan sektor perikanan dan kelautan. Hal ini semata-mata meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir,”sebut Khairul Basyar.
Menurut dia, masyarakat di kawasan pesisir menginginkan adanya nilai tambah dari sektor perikanan dan kelautan. Namun, mereka tidak memiliki modal untuk mengelola sektor tersebut.
“Masyarakat sering menyampaikan keluhannya kepada saya. Karena itu, saya berharap Wali Kota Banda Aceh bisa memperjuangkan nasib masyarakat pesisir ini agar lebih baik lagi,” kata dia.
Khairul Basyar menyebutkan, masyarakat pesisir sudah lama menanti adanya program-program baru yang bisa mendorong pendapatan mereka. Seperti bantuan modal usaha dari Pemerintah Kota Banda Aceh.
“Untuk itu, kami dari Komisi B DPRK Banda Aceh mendesak Pemkot Banda Aceh melalui dinas terkait agar segera menciptakan program-program kerja yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkap dia.
Selain itu, lanjut dia, program tersebut mampu menjadikan sektor perikanan dan kelautan menjadi sektor andalan yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir.
“Ciptakanlah program-program yang bisa meningkatkan pendapatan masyarakat kecil. Sebab, keberhasilan tidak akan pernah tercapai apabila program yang disajikan justru tidak berpihak kepada masyarakat kecil,” kata Khairul Basyar.
Sumber : antara