BANDA ACEH - Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh HT Tarmizi menilai musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) belum efektif karena banyak usulan masyarakat tidak terakomodir.
"Musrenbang yang selama ini digelar hanya sekedar formalitas. Buktinya tidak sedikit usulan pembangunan dari masyarakat tidak terealisasi, Jadi, musrenbang ini belum efektif," kata HT Tarmizi di Banda Aceh, Senin.
Menurut dia, sekarang ini banyak masyarakat yang apatis atau tidak percaya lagi ketika diajak menghadiri musrembang. Sebab, musrenbang tidak lagi menyuarakan aspirasi masyarakat dalam rencana pembangunan.
Padahal, kata dia, secara konsep musrenbang tersebut mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan pengawasan.
"Tapi, ini tidak terjadi. Berbagai laporan yang kami terima, masyarakat kecewa mengikuti musrenbang karena apa yang mereka usulkan tidak terealisasi," kata politisi Partai Aceh tersebut.
Ketua komisi membidangi pembangunan tersebut memaklumi tidak terealisasinya usulan masyarakat dalam musrenbang karena kemampuan keuangan Pemerintah Kota Banda Aceh terbatas.
Namun, lanjut dia, hal itu bukan menjadi alasan. Seharusnya, eksekutif pemerintah kota menjelaskan keterbatasan ini pada musrenbang dan masyarakat yang mengusulkan perencanaan pembangunan diberi batasan anggaran.
"Dalam musrenbang, masyarakat diberi pagu anggaran, sehingga usulan mereka tentu tidak melebihi kemampuan keuangan daerah. Tapi, ini tidak dilakukan, sehingga usulan-usulan masyarakat akhirnya tidak terwujud," kata HT Tarmizi.
Oleh karena itu, HT Tarmizi mendesak eksekutif Pemerintah Kota Banda Aceh ke depan harus bisa memastikan usulan-usulan pembangunan dari masyarakat bisa terwujud.
"Sebenarnya, apa yang diusulkan masyarakat dalam musrenbang tersebut merupakan kebutuhan mendasar di sekitar tempat tinggalnya, seperti perbaikan jalan maupun pembangunan saluran. Kan tidak mungkin masyarakat mengusulkan pembangunan jalan tol," pungkas HT Tarmizi. | antaraaceh