Beranda»Berita Umum»BMKG Aceh akan jangkau sentra produksi pangan

BMKG Aceh akan jangkau sentra produksi pangan

BISNIS ACEH
Kamis, 04 September 2025 11:10 WIB

BANDA ACEH - Badan Meteorolgi, Klimatologi dan Geofisika akan menambah jumlah publikasi proyeksi musim, cuaca, dan kekeringan untuk menjangkau lebih banyak petani.

Adapun, pada tahun ini per bulan, BMKG Aceh hanya menyebarluaskan 100 eksemplar masing-masing publikasi proyeksi.

Kepala Stasiun Klimatologi Indrapuri BMKG Aceh, Heron Tarigan mengatakan, selama ini publikasi tersebut didistribusikan kepada petani hanya melalui Dinas Pertanian kabupaten dan kota.

Jumlah tersebut, menurutnya, belum dapat menyentuh petani Aceh yang banyak tersebar di desa.

"Oleh karena itu, kami berencana menambah jumlah publikasi menjad 150-200 eksemplar dan akan langsung didistribusikan ke kecamatan. Untuk awal, kami memprioritaskan distribusi ke sentra produksi pangan seperti Aceh Jaya, Aceh Utara, dan sepanjang pantai timur," jelas Heron, Rabu (3/9/2025).

Heron mengatakan, hingga kini banyak petani Aceh hanya menagndalkan pengetahuan pribadi tanpa mengetahui prediksi cuaca, musim, dan kekeringan di derah tanamnya.

Melalui penambahan publikasi tersebut, dia berharap petani dapat mengikuti rekomendasi masa pembibitan, pengolahan tanah hingga masa tanam, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian Aceh.

Selain memperbanyak publikasi, BMKG Aceh juga tengah mengerjakan climate early warning sistem.

Sistem ini memungkinkan kontak instansi terkait menerima informasi jika ada perubahan iklim ekstrem di suatu wilayah.

"Pada 2015 kami juga akan menambah peralatan otomatisasi yang memungkinkan proses data cuaca realtime dari setiap kabupaten kota di Aceh. Target dari BMKG pusat, 2017 seluruh daerah sudah punya alat ini. Aceh sendiri baru punya delapan, dan tambahan satu pada 2015," tutur Heron.

Dia merinci beberapa daerah yang telah memiliki alat tersebut yakni Bireun, Pidie, Keumala, Pedada, dan Peureulak.

Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh sebelumnya memproyeksikan, angka ramalan produksi padi pada Januari-April 2014 menurun 9,25% menjadi 924,56 ribu ton GKG dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Penurunan disebabkan oleh penurunan luas panen.

Tak hanya padi, beberapa komoditas pangan lainnya di antaranya jagung, kacang tanah, kacang hijau, dan ubi kayu juga diproyeksikan mengalami penurunan produksi pada 2014.

 

 

 

 

 

 

Sumber : bisnis



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close