JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) telah melansir data aduan konsumen sepanjang tahun lalu. YLKI menerima 620 aduan masyarakat terkait layanan di pelbagai sektor usaha di Tanah Air.
Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo menyatakan, ada banyak keluhan konsumen yang ditampung YLKI. Hanya saja, ada beberapa kasus yang sifatnya kasuistik sampai sistemik.
Lima sektor layanan publik tercatat mendapat aduan terbanyak. Mulai dari jasa perbankan, transportasi, telekomunikasi, pelayanan listrik, hingga perumahan. Dari lima sektor tersebut, jasa perbankan adalah yang paling banyak dikeluhkan oleh konsumen.
Dari sektor-sektor tersebut, lima perusahaan tercatat menerima komplain yang paling banyak. Berikut perusahaan-perusahaan yang pelayanannya banyak dikeluhkan oleh konsumen.
Layanan listrik di dalam negeri masih belum membuat konsumen nyaman. PLN setiap tahun selalu diadukan ke YLKI.
Konsumen paling banyak mengeluhkan pemutusan jaringan dengan alasan tagihan belum dibayar.
Tentu saja, komplain diarahkan ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang berwenang dan bertanggung jawab memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri.
Keluhan konsumen terhadap PLN mencapai 48 aduan, atau 7 persen dari total kasus yang ditangani YLKI tahun lalu.
Maraknya jasa layanan penerbangan murah tidak diimbangi dengan kualitas layanan maskapai yang maksimal sehingga banyak konsumen dirugikan.
Dari catatan YLKI, maskapai paling banyak berkasus adalah Lion Air. Keluhan konsumen terhadap maskapai milik Rusdi Kirana itu rata-rata soal gagal terbang atau ditolak check in di bandara.
Ada dua layanan tiket yang buruk dengan alasan kursi penuh melibatkan Lion Air sepanjang tahun lalu. Sementara gagal terbang tanpa alasan jelas sebanyak lima kasus.
Aduan yang diterima ke YLKI terhadap layanan jasa telekomunikasi sepanjang tahun lalu mencapai 11 persen.
Keluhan atas jasa telekomunikasi paling banyak menimpa tiga besar operator seluler besar. Yang terbanyak menerima komplain terkait layanan telekomunikasi sepanjang tahun lalu adalah Telkomsel.
Anak perusahaan Telkom ini menerima 27 aduan atau keluhan dari masyarakat sepanjang tahun lalu.
Berangkat dari data yang dilansir YLKI, kasus pelanggaran hak konsumen melibatkan bank cenderung meningkat setiap tahun. Biasanya bank asing mendominasi aduan konsumen Indonesia. Tapi kali ini justru kinerja layanan perbankan pelat merah yang paling banyak dikomplain konsumen.
Layanan di Bank Mandiri termasuk salah satu yang diadukan konsumen. YLKI menyebut, setidaknya ada 14 laporan masyarakat yang mengeluhkan layanan bank pelat merah tersebut.
Bank pelat merah rata-rata dikomplain terkait kasus kartu kredit. Kasus aduan pembobolan kartu kredit mencapai 22 kasus sepanjang tahun lalu. Selain itu, aduan perbankan mencakup informasi dan layanan produk keuangan yang membingungkan nasabah juga menjadi salah satu bahan aduan konsumen.
Keluhan lainnya adalah kasus ATM saldo berkurang atau pendebetan sepihak. Bank pelat merah lainnya yang banyak mendapat komplain dari konsumen terkait kasus kartu kredit adalah Bank Negara Indonesia.
Sepanjang tahun lalu, YLKI menerima setidaknya 13 aduan masyarakat atas layanan BNI.
Sumber : Merdeka