JAKARTA - Setiap tahun, lembaga konsultan pemasaran Frontier menggelar jajak pendapat merek yang populer di masyarakat. Hasilnya, ada 178 merek dari 35 kategori produk terbaik yang dianugerahi gelar Top Brand Indonesia.
Merek yang mendapat label Top Brand tidak otomatis menggambarkan produk paling laku atau paling banyak dicari konsumen di pasaran. Namun, pendiri Frontier Handi Irawan percaya merek yang kinclong di mata konsumen itu akan lebih sering dilirik lantaran sudah menempel di benak masyarakat.
"Konsumen cenderung percaya diri untuk membeli dan menggunakan produk tersebut," ujar Handi di Senayan, Senin (4/2).
Berdasarkan banyak studi kasus, merek yang sukses, menurut Handi, bisa meroketkan nilai perusahaan di bursa saham menjadi triliunan rupiah. Padahal nilai bukunya alias market cap tidak lebih dari 15 persen harga perusahaan itu di mata investor.
Dari jajak pendapat ini, terlihat merek asli Indonesia masih mendominasi jagat marketing Tanah Air, mencapai 55 persen dari seluruh pemenang Top Brand. Lini usaha merek lokal juga bervariasi, mulai dari perbankan, furnitur, sampai makanan olahan.
Meski demikian, merek produk asing tetap populer di benak konsumen. Buktinya 45 persen pemenang berasal dari luar negeri, khususnya di sektor otomotif dan elektronik.
Frontier menggelar penelitian ini di delapan kota besar Indonesia, misalnya Jakarta, Bandung, Makassar dan Balikpapan. Survei dilakukan dengan metode wawancara langsung kepada 4.200 responden. Sementara merek yang diteliti lebih dari 2.000 produk.
Agar mendapat gelar Top Brand, sebuah merek wajib mendapat minimal 10 persen top brand index untuk kategori produk tertentu.
Berikut lima produk yang mendapat hasil survei paling kinclong dibanding pemenang Top Brand lainnya sepanjang 2012.
Perusahaan spesialis furnitur rumah tangga ini menjadi salah satu merek paling kinclong di mata konsumen Indonesia. Untuk urusan kategori furnitur bongkar pasang, keunggulan merek ini relatif sulit disaingi perusahaan lain.
Perusahaan yang didirikan pada 1983 oleh taipan Au Bintoro ini sukses mendominasi pasar furnitur yang mudah dipasang. Hasilnya, 73,9 persen responden menyebutnya salah satu merek paling dipercaya dan dikenal di Tanah Air.
Merek dari perusahaan rokok yang kini dimiliki Grup Phillip Morris itu disebut sebagai salah satu yang tersukses di Indonesia.
Dengan nilai buku Rp 45 triliun, harga perusahaan induknya di bursa saham mencapai Rp 277 triliun tahun lalu. "Mayoritas investor ingin agar merek A Mild ini sukses, itulah merek yang berhasil," ujar Handi Irawan, pendiri lembaga Frontier yang menggelar survei Top Brand.
Menurut mayoritas responden, Sampoerna A Mild sebagai pelopor rokok mild di Tanah Air terbukti masih sangat populer dan tak tergoyahkan oleh pesaing lainnya. Merek rokok ini mendapat persentase 59,4 persen Top Brand Index dari total 4.200 responden.
Persaingan industri perbankan di Indonesia sangat ketat. Bank-bank BUMN maupun swasta berebut nasabah potensial dengan tawaran bunga dan fasilitas menarik lainnya.
Namun dari survei Top Brand 2013, Bank Central Asia (BCA), kini dimiliki taipan Hartono Bersaudara yang juga sekaligus Bos Djarum, memuncaki daftar merek bank paling dikenal masyarakat.
Menurut Handi, hal ini disebabkan fokus BCA memberi tawaran sistem tabungan yang populer bagi konsumen. "BCA mereknya kuat tidak akan hilang 10 tahun lagi. Orang puas walaupun bunga rendah, karena kalau produknya tabungan nasabah tidak mudah berpindah," ujarnya.
Berdasarkan survei untuk produk tabungan, merek Tahapan BCA menjadi yang paling populer dengan 30,4 persen Top Brand Index. Dari segi merek bank, BCA juga memuncaki daftar ini dengan persentase 33,7 persen.
Sepeda motor Jepang memang menguasai pasaran Indonesia. Namun yang paling populer, khusus urusan sepeda motor, rupanya diduduki oleh merek Yamaha Mio.
Motor persenling otomatis atau lebih dikenal masyarakat sebagai "motor matic" ini mengungguli merek dan jenis sepeda motor lainnya. Sebut saja motor 4 tak bebek atau motor sport bermesin lebih dari 250 cc. Padahal Mio baru muncul di pasaran Indonesia 2003 lalu.
Pada survei Top Brand kali ini, motor yang diproduksi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ini mendapat indeks mencapai 53 persen.
Indomie merupakan pelopor mi instan di Tanah Air. Meski popularitasnya sempat tertekan kehadiran produk kompetitor, tidak membuat kedigdayaan produk ini menciut.
Tidak heran bila makanan olahan PT Indofood Sukses Makmur yang dimiliki oleh keluarga Salim ini terkenal pula di seluruh dunia. Saat ini, produk Indomie telah diekspor di 80 negara di lima benua.
Konsumen Indonesia pun sampai sekarang masih memiliki kepercayaan tinggi terhadap mi ini. Merek Indomie mendapat Top Brand Index tertinggi, mencapai 80,6 persen.
Sumber : Merdeka