Beranda»Berita Umum»Persoalan warga Aceh Tengah dengan manajemen PLTA Peusangan belum selesai

Persoalan warga Aceh Tengah dengan manajemen PLTA Peusangan belum selesai

BISNIS ACEH
Kamis, 07 Februari 2013 16:38 WIB

Ilustrasi sawah warga terendam airFOTO : lintasgayo.comIlustrasi sawah warga terendam air

BANDA ACEH - Masyarakat mengeluhkan lahan pertanian mereka tergenang menyusul naiknya permukaan air Danau Laut Tawar Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

"Sudah tiga bulan kami menunggu keputusan manajemen perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan guna mengatasi masalah genangan air di lahan kami," kata seorang warga Tomi di Takengon, Rabu.

Hal tersebut disampaikan Tomi dan sejumlah warga lainnya dalam pertemuan dengan manajemen PLTA Peusangan yang dimediasi oleh Bupati Aceh Tengah Nasaruddin.

Penimbunan tanah digunakan bagi "regulating ware" infrastruktur PLTA Peusangan di sekitar muara danau yang disinyalir masyarakat menjadi penyebab naiknya air permukaan danau Laut Tawar, kata warga menambahkan.

Dalam pertemuan sebelumnya, sementara waktu para pihak menyepakati jalan keluar terkait naiknya permukaan air danau agar dikaji secara ilmiah. Kemudian PLTA Peusangan mengundang tim ahli Universitas Syiah Kuala untuk menelitinya.

Salah seorang perwakilan warga, Zulfikar mengatakan masyarakat sadar manfaat dari keberadaan PLTA bagi daerah namun juga diharapkan PLTA memenuhi tuntutan masyarakat.

Sementara itu Manajer UPK PLTA Peusangan Eko Andrian, mengatakan pihaknya akan meminta pandangan hukum dengan pihak berwajib sebelum menangani tuntutan masyarakat tersebut.

"Naiknya permukaan air danau agar dicari solusi sementara. Pada dasarnya persoalan ganti rugi tidak menjadi masalah sejauh sesuai dengan ketentuan hukum," katanya.

Menurut Eko aliran air danau bukan dibendung tapi dialihkan sementara, dan ia tidak akan melanjutkan pekerjaan jika mengganggu kepentingan masyarakat dan merusak lingkungan."Prinsipnya kepentingan masyarakat lebih diutamakan", katanya.

Bupati Aceh Tengah Nasaruddin meminta masyarakat dan pihak PLTA Peusangan mengambil langkah-langkah sementara agar persoalan tidak berlarut-larut.

Nasruddin mengusulkan jalan tengah terkait masalah itu agar aliran air dilokasi timbunan lebih diperlancar dengan memperlebar dan memperdalam dasar sungai.

 

Sumber : Waspada/Antara



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close