Beranda»Ritel & Grosir»Waralaba RI masih kesulitan ekspansi ke luar negeri

Waralaba RI masih kesulitan ekspansi ke luar negeri

BISNIS ACEH
Minggu, 28 Oktober 2012 19:46 WIB

IlustrasiFOTO : ISTIMEWAIlustrasi

JAKARTA - Sebagian besar pengusaha masih kesulitan ekspansi ke luar negeri atau ekspor waralaba akibat minimnya kemampuan dan dukungan dari atase perdagangan Indonesia.

Ketua Komisi Tetap Waralaba dan Lisensi Kamar Dagang dan Industri Indonesia Amir Karamoy mengatakan peminat waralaba Indonesia di luar negeri cukup banyak, hanya masih sulit terealisasi.

"Kendalanya antara lain lemahnya penguasaan teknolgi informasi, kemampuan bahasa asing dan dukungan dari atase perdagangan Indonesia di negara setempat," katanya kepada Bisnis, Minggu (28/10).

Menurutnya, rata-rata pewaralaba lokal ialah pengusaha skala kecil dan menengah (UKM), sehingga masih membutuhkan pendampingan ketika akan ekspansi usaha.

Berdasarkan catatan Kadin, pemodal di sejumlah wilayah di Amerika Serikat, Belanda, dan Afrika Selatan sudah menyatakan ketertarikannya membeli waralaba Indonesia.

Pemodal di luar negeri umumnya berminat mengembangkan bisnis atau membeli produk kuliner khas Indonesia karena dianggap memiliki rasa tersendiri.

"Permasalahannya belum banyak pewaralaba lokal yang bisa mengembangkan usaha di luar negeri. Untuk menembus pasar internasional harus memenuhi banyak persyaratan, antara lain mengenai standar mutu produk," katanya.

Oleh karenanya, Kadin berharap atase perdagangan di luar negeri lebih aktif membantu dan mendampingi pengusaha lokal yang berencana ekspansi bisnis.

Selain itu, pewaralaba juga memerlukan perlindungan hukum dan bantuan promosi agar bisa melebarkan usahanya di luar negeri.

Indonesia, katanya, perlu mencontoh Malaysia yang pemerintahnya sigap mempromosikan dan mendampingi pewaralaba saat menjajaki pasar ekspor dan pengembangan di luar negeri.

"Ada waralaba Indonesia yang sudah berhasil menembus pasar luar negeri, hanya sebagian besar masih bersifat compay owned atau perusahaan patungan. Kalau yang menerapkan sistem waralaba masih sedikit," katanya.

Levita Supit, Ketua Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), mengatakan cukup banyak pemodal di luar negeri yang mengaku tertarik terhadap waralaba Indonesia.

"Wali sering mendapat informasi kalau peminat waralaba Indonesia masih besar," katanya.

Di sisi lain, Wali mencatat minat pengusaha lokal yang ingin mewaralabakan usahanya masih cukup tinggi walaupun persaingan di pasar cukup ketat.

Wali mencatat jumlah waralaba dan business opportunity secara nasional mencapai sekitar 1.000 unit per semester I/2012. Dari jumlah itu, sekitar 40% di antaranya merupakan waralaba lokal.

 

Sumber : Bisnis



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda
Close