Beranda»Bisnis & Investasi»UKM Jerman akan investasi ke Indonesia

UKM Jerman akan investasi ke Indonesia

BISNIS ACEH
Selasa, 05 Maret 2013 10:55 WIB

Indonesia - JermanFOTO : antarafotoIndonesia - Jerman

BERLIN - Indonesia siap menerima UKM Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. Sementara itu, empat CEO perusahaan multinasional — Volkswagen, Ferrostaal GmbH, Siemens, dan Accor Hotel — berencana meningkatkan investasi di Indonesia. Penataan ekonomi Indonesia dinilai sudah berada di rel yang benar. Itu terbukti dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan derasnya investasi asing ke Indonesia.

Hal ini terungkap pada Business Luncheon yang dihadiri sekitar 80 pengusaha Jerman dan 40 pengusaha Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Adlon Kempinski, Berlin, Senin (4/3). Wakil Kanselir Republik Federasi Jerman (RFJ)/Menteri Ekonomi dan Teknologi RFJ Philipp Rosler mengatakan, 70% lebih ekonomi Jerman digerakkan oleh usaha kecil dan menengah (UKM). Untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara, UKM Jerman bersedia berinvestasi di Indonesia.

Merespons tawaran itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pilar utama ekonomi Indonesia adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam masa krisis ekonomi, seperti terjadi tahun 1998, UMKM terbukti tahan terhadap guncangan ekonomi global. Kedatangan UKM Jerman akan sangat membantu UMKM Indonesia dalam peningkatan kualitas produksi, manajemen, kualitas sumber daya manusia, dan pemasaran.

Dari Indonesia, pelaku usaha yang hadir pada Business Luncheon itu antara lain adalah Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto, Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi, Chris Kanter, Edward Soeryadjaya, CEO Hyundai Indonesia Yongki Gunawan, dan CEO Panorama Budi Tirtawisata. Mereka menilai positif kesediaan Indonesia menerima UKM Jerman. “Meski UKM Jerman itu skalanya lebih besar dari UKM Indonesia, kehadiran UKM dari negeri yang sudah maju akan membantu UKM Indonesia,” kata Sofjan.

Dalam acara tanya-jawab dengan Presiden SBY, sejumlah pengusaha Jerman mempertanyakan kepastian hukum di Indonesia, terutama dalam kaitan dengan bisnis di sektor pertambangan. Mereka mengharapkan Indonesia memberikan kepastian hukum kepada para investor, selain perlunya percepatan pembangunan infrastruktur. Menjawab pertanyaan itu, Presiden SBY mengatakan, Indonesia terus memperbaiki iklim investasi, termasuk melakukan reformasi hukum dan birokrasi.


Sumber | investor.co.id



Redaksi:
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: Marketing (0823 6230 8352)


Komentar Anda

Terbaru di Bisnis & Investasi

Close